Viral Video Bocah Bogem Temannya di Semarang, Begini Hasil Penyelidikan Pemkab

Video kekerasan yang dilakukan seorang anak terhadap anak lain di Kabupaten Semarang viral di media sosial. Pemkab Semarang yang telah melakukan penelusuran dan menemui keluarga pelaku.

Viral Video Bocah Bogem Temannya di Semarang, Begini Hasil Penyelidikan Pemkab
Ilustrasi (ist)

BRITO.ID, BERITA SEMARANG - Video kekerasan yang dilakukan seorang anak terhadap anak lain di Kabupaten Semarang viral di media sosial. Pemkab Semarang yang telah melakukan penelusuran dan menemui keluarga pelaku.

Dalam video yang diunggah akun instagram @onemedsos tersebut, terlihat seorang anak memukuli anak lain dan menendangnya. Korban kemudian terduduk tidak berdaya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Semarang, Romlah mengatakan kejadian tersebut terjadi di Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang. Menurut Romlah, perekam video yang viral itu bukan ayah pelaku, melainkan kerabat perempuan berusia 17 tahun.

"Itu memasang (video) di status WA, (sebut inisial nama) 17 tahun. Akan lakukan pendampingan untuk edukasi apa yang ada di benaknya karena divideokan kemudian pasang status," kata Romlah kepada wartawan di kantornya, Rabu (13/4/2020).

Video tersebut sempat bertahan 10 menit di status WA dan kemudian dihapus. Namun ternyata video singkat itu terlanjur viral di media sosial. Pihak BP3AKB dan aparat kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan klarifikasi.

Namun yang didapat di lokasi yaitu pengakuan jika kedua bocah itu sedang bermain. Mereka masih saudara dan sang kakak sepupu atau pelaku berinisial berusia sembilan tahun badannya lebih besar dan korban berusia enam tahun badannya kecil.

"Kami datang untuk memastikan apakah anak-anak itu sudah mendapatkan haknya, hak untuk aman, hak untuk selamat, hak untuk bermain. Video itu mungkin tidak lengkap ya, setelah penelusuran, konteksnya bermain," jelasnya.

Romlah melanjutkan saat tim datang ke lokasi keduanya sudah kembali bermain bersama. Maka orang tua mereka diminta untuk memperketat pengawasan agar ketika bermain tetap aman.

"Dari yang saya tangkap, mereka baik-baik saja, sudah bermain bersama, dan di rumah itu juga," tegasnya.

Sementara itu saat dimintai konfirmasi terpisah, Kapolres Semarang AKBP Gatot Hendro Hartono mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Sosial dan DP3AKB. Dalam hal ini Dinas Sosial melakukan pengaduan dan beberapa orang dimintai keterangan.

"Yang bikin laporan Dinas Sosial. Kita akan dampingi karena anak ini kan masih di bawah umur. Untuk kronologi masih didalami, masih pemeriksaan," kata Gatot.

Ia menjelaskan dari pihak keluarga korban justru tidak ada yang melaporkan. Namun, Dinsos melakukan pengaduandan beberapa orang dimintai keterangan.

"Yang bikin laporan Dinas Sosial. Kita akan dampingi karena anak ini kan masih di bawah umur. Untuk kronologi masih didalami, masih pemeriksaan," kata Gatot.

Ia menjelaskan dari pihak keluarga korban justru tidak ada yang melaporkan. Namun, Dinsos melakukan pengaduan karena ada dugaan perundungan dan berpotensi ditiru oleh orang lain.

"Dari pihak keluarga, karena mereka kerabat merasa tidak ada yang dirugikan, tapi secara manusiawi, jika bullying, bisa menimbulkan efek dicontoh orang lain. Kita masih fokus materi perkara, cari konstruksi kasus ini," tandasnya.

Kepolisian akan melakukan penelusuran terkait kejadian tersebut.

Dalam video yang diunggah akun instagram @onemedsos tersebut, terlihat seorang anak memukuli anak lain dan menendangnya. Korban kemudian terduduk tidak berdaya.

"Viral. Tindakan tidak terpuji oleh anak bercelana merah kepada teman mainnya yg direkam oleh ayahnya sendiri (Anak bercelana merah, -Red). Info lokasi Semarang, Jawa Tengah, Selasa (12/5/2020)," tulis akun tersebut dalamcaption-nya.

Sumber: detikcom
Editor: Ari