Waw!!! Nasi Ketan di Tanjab Barat Ini Dihargai Hingga Rp 1 Juta

Waw!!! Nasi Ketan di Tanjab Barat Ini Dihargai Hingga Rp 1 Juta
Penampakan Nasi Ketan di Tanjab Barat (Heri Anto/BRITO.ID)

BRITO.ID, BERITA TANJAB BARAT - Makanan tradisional yang terbuat dari bahan Beras ketan (pulut) buatan masyarakat Desa Kemuning Kecamatan Beram Itam terjual dengan harga Rp.1.000.000 satu porsi.

Pulut atau Ketan ditambah satu ekor ayam kampung panggang, biasa menjadi hidangan spesial di hari hari tertentu seperti acara khitanan atau sukuran.

Bukan hanya kuliner pulut atau Ketan, beragam jenis kuliner seperti ikan bakar, udang Goreng hingga Kue Bolu, juga ditawarkan dengan harga mulai dari Rp100 ribu hingga Rp 1 juta.

Walaupun Harga yang ditawarkan terdibilang tidak masuk akal, namun anehnya, para pembeli sangat ramai hingga dalam waktu singkat, semua aneka kuliner yang ditawarkan habis terjual.

"Betul, memang tadi malam warga Desa menjual banyak aneka ragam kuliner buatan Masyarakat desa Kemuning. Semua itu dalam kegiatan lelang penggalangan dana untuk pembangunan Masjid dan perbaikan Madarasah di desa pada kegiatan pembukaan Musabaqoh di Desa Kemuning." Tutur Camat Bram Hitam Hendri Ponda Senin (3/2/2020).

Camat juga membeberkan, selain para kades se kecamatan Bram Hitam, banyak tokoh- tokoh Masyarakat, baik dari anggota DPRD hingga Tokoh Agama Juga ikut meramaikan Acara pembukaan Musabaqoh di Desa Kemuning Tadi malam.

"Untuk penjualan kuliner Pulut, Ustad Amin Abdullah secara pribadi membeli satu porsi Pulut dengan harga satu juta dan beberapa Kue Bolu berbagai jenis dengan Harga 100.000 hingga 200.000. sementara Angota DPRD Tanjab Barat Hasnely Hasan Juga banyak memborong Kuliner yang sama, dengan harga dari 200 000, sampai 600.000. dan para tokoh juga banyak membeli dan hususnya para kades se kecamatan Bram hitam juga ikut andil." Paparnya.

Salah satu panitia lelang kepada Brito.id, mengatakan semua hasil lelang tersebug akkan disumbangkan sebagian untuk pembangunan masjid.

"Semua hasil lelang nantinya sebagian besar akan digunakan untuk pembangunan Masjid dan Madrasah." Tukasnya. 

Penulis: Heri Anto

Editor: Rhizki Okfiandi