70 Persen Petani di Muaro Jambi Tanam Bibit Sawit Palsu
Kabupaten Muaro Jambi salah satu kabupaten penghasil sawit terbesar di Provinsi Jambi. Ada beberapa wilayah yang menjadi sentra perkebunan kelapa sawit, seperti Sungai Bahar, Sungai Gelam, dan beberapa daerah lainnya.
BRITO. ID, BERITA MUAROJAMBI - Kabupaten Muaro Jambi salah satu kabupaten penghasil sawit terbesar di Provinsi Jambi. Ada beberapa wilayah yang menjadi sentra perkebunan kelapa sawit, seperti Sungai Bahar, Sungai Gelam, dan beberapa daerah lainnya.
Selain di sana, hampir di setiap desa di Muaro Jambi juga ada ditanami sawit. Namun demikian, kondisinya tidak begitu baik.
Berdasarkan pemantauan dari dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Kabupaten Muaro Jambi, hampir sebagian besar kondisi sawit di Muaro Jambi kurang baik. Hal ini disebabkan para petani salah dalam memilih bibit sawit.
Banyak petani yang tertipu oleh iming-iming penjual bibit, katanya bibit asli, ternyata bibit palsu.
"Hampir 70 persen bibit palsu," kata sekretaris Disbunak Muaro Jambi, H Amri.
Katanya, secara kasat mata memang tidak ada bedanya kecambah maupun anak dari bibit palsu dan asli. Yang membedakannya setelah sawit berusia lima tahun.
Ada petani yang telah menanam sawit dengan usia tanam lima tahun tapi belum begitu menghasilkan. Sementara jika sawit yang menggunakan bibit asli, diusia 1,9 tahun sudah menghasilkan tiga hingga empat kwintal per kapling.
"Bibit asli belum dua tahun sudah menghasilkan. Sementara bibit palsu terkadang tiga tahun baru belajar berbuah atau buah pasir," kata Amri lagi.
Selain cepat menghasilkan, buah yang dihasilkan juga berkualitas. Perusahaan dengan mudah membelinya karena kwalitas buah sangat bagus.
"Kemudian bisa dilihat dari tinggi batang. Jika bibit asli, ketinggian batang maksimal 45 cm per tahun. Sementara jika bibit palsu, terkadang cepat sekali tingginya," katanya.
Guna mengatasi hal tersebut Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Muaro Jambi tahun ini mengadakan bibit asli.
Amri menyebutkan, jika tahun ini pihaknya mengadakan 15 ribu kecambah asli.
Program pengadaan bibit sawit unggul ini akan menggunakan dana APBD Kabupaten Muaro Jambi tahun 2022 ini.
"Programnya tahun ini. Rencana 15 ribu kecambah, mudah-mudahan terlaksana dengan baik," kata Amri.
Untuk mendapatkan kecambah bibit asli yang dianggarkan oleh pemerintah, petani bisa mengusulkan kepada Disbunak melalui kelompok tani masing-masing.
"Harus ada kelompok taninya. Kita tidak bisa kasih kepada petani yang tidak tergabung dengan kelompok tani," imbuhnya.
Penulis: Raden Romi
Editor: Rhizki Okfiandi
