Anggota DPRD Kerinci Ini Sebut Alat Pendeteksi Longsor di Kayuaro Tidak Berfungsi

Anggota DPRD Kerinci, Reno Efendi, mengatakan kalau alat pendeteksi longsor atau Early Warning System yang dipasang di wilayah Kayuaro tidak lagi berfungsi. Hal ini dikatakannya, ketika dikonfirmasi Brito.id, Senin (20/4/2020).

Anggota DPRD Kerinci Ini Sebut Alat Pendeteksi Longsor di Kayuaro Tidak Berfungsi
Anggota DPRD Kerinci Reno Efendi (ist)

BRITO.ID,BERITA KERINCI – Anggota DPRD Kerinci, Reno Efendi, mengatakan kalau alat pendeteksi longsor atau Early Warning System yang dipasang di wilayah Kayuaro tidak lagi berfungsi. Hal ini dikatakannya, ketika dikonfirmasi Brito.id, Senin (20/4/2020).

“Iya, di sana ada alat pendeteksi longsor, tetapi saat kejadian longsor, ternyata alat itu tidak berfungsi lagi,” ujarnya.

Dijelaskannya, pada tahun 2015, pihak Universitas Gajah Mada (UGM) bersama BPBD Kerinci memasang alat pendeteksi longsor di beberapa titik lokasi rawan longsor.

“Dipasangnya itu, sekitar tahun 2015 lalu, ada di beberapa titik alatnya,” katanya.

Kemudian, Ia juga mengatakan, longsor yang terjadi di Kayuaro tersebut juga disebabkan beberapa faktor, diantaranya banyaknya penebangan pohon, serta air limbah rumah tangga, dan faktor lainnya.

“Bisa dilihat banyaknya pohon yang sudah ditebang, dan air limbah rumah tangga juga mengalir di lereng bukit, jadi saat hujan deras, longsor terjadi,” katanya.

“Untuk itu saya berharap kepada masyarakat dan Pemerintah setempat, agar sama-sama menjaga lingkungan, dan alat pendeteksi longsor segera diperbaiki,” tambahnya.

Penulis: Ega Roy

Editor: Rhizki Okfiandi