Banyak Regulasi Baru di Pilkada Serentak Nanti, Apa Saja, Ayo Cek di Sini

Pelaksanaan Pilkada tahun ini mesti dilaksanakan di tengah Pandemi Covid-19. Dalam pelaksanaannya pada 9 Desember mendatang, ada beberapa regulasi baru yang bakal dilaksanakan oleh penyelenggara Pilkada sebagai upaya agar terhindar dari Virus Corona.

Banyak Regulasi Baru di Pilkada Serentak Nanti, Apa Saja, Ayo Cek di Sini
Ilustrasi

BRITO.ID, BERITA MUAROJAMBI - Pelaksanaan Pilkada tahun ini mesti dilaksanakan di tengah Pandemi Covid-19. Dalam pelaksanaannya pada 9 Desember mendatang, ada beberapa regulasi baru yang bakal dilaksanakan oleh penyelenggara Pilkada sebagai upaya agar terhindar dari Virus Corona. 

"Kalau regulasi pelaksanaan pencoblosan di tengah pandemi pasti beda dengan sebelumnya," ungkap Komisioner KPUD Muarojambi Edison Minggu (6/12/20).

Dijelaskan Edison, banyak hal baru yang akan terlihat. Di hari pencoblosan nanti, sebelum memasuki TPS, tiap pemilih terlebih dahulu dicek suhu tubuhnya. Bagi yang suhu tubuhnya normal bisa langsung melakukan pencoblosan.

"Bagi yang suhu tubuhnya di atas 37.3 derajat celsius, pemilih tersebut dilarang masuk ke TPS. Ada bilik khusus untuk mereka. Kertas suara akan dijemput oleh petugas KPPS di luar TPS setelah keluar dari bilik khusus tersebut. Pemilih tersebut selanjutnya diminta untuk istirahat di rumah dan dikomunikasikan dengan pihak terkait untuk tindak lanjutnya," kata Edison.

Para pemilih yang akan menggunakan hak suaranya pada 9 Desember mendatang diberikan sarung tangan sebelum mencoblos. Sarung tangan tersebut bukan sarung tangan medis melainkan sarung tangan plastik. Usai dipakai, sarung tangan tersebut diletakkan di tempat sampah khusus lalu dibakar.

"Sarung tangan tersebut nantinya dibuang di tempat sampah khusus lalu dibakar dan setelah keluar TPS, jari tangan pemilih diteteskan tinta tidak dicelup seperti sebelumnya," papar Edison.

Nantinya juga, lanjut Edison, di tiap TPS bakal dibekali dengan satu set baju Hazmat. Baju ini digunakan bila kondisinya diperlukan.

"Tiap TPS disediakan baju hazmat satu bua yang digunakan apabila di TPS ada yang pingsan atau sakit diduga Covid-19,  Sehingga petugas yang pake baju tersebut bisa mengangkatnya," kata Edison.

Edison pun mengimbau agar para pemilih nantinya bisa menggunakan hak suaranya dengan baik dan mematuhi protokol kesehatan. Ini agar pelaksanaan Pilkada tidak menimbulkan klaster baru yang akan menambah jumlah pasien terpapar Covid-19 di Muarojambi.

"Mari bersama kita laksanakan pilkada dengan tetap mempedomani dan mematuhi protokol kesehatan agar tidak menimbulkan klaster baru," pungkasnya.

Penulis: Raden Romi
Editor: Rhizki Okfiandi