Belum Teraliri Listrik, Warga Pasar Minggu: Kami Belum Merdeka

Belum Teraliri Listrik, Warga Pasar Minggu: Kami Belum Merdeka
Suasana RT 09 Pasar Minggu (Heri Anto/BRITO.ID)

BRITO.ID, BERITA TANJAB BARAT- Warga Rt 09 Desa Bunga Tanjung Pasar Minggu Kecamatan Berata yang dihuni kurang lebih 100 Kepala keluarga (KK) belum terjamah PLN. Padahal, jarak antara Desa dengan Jalan Lintas Jambi Tungkal hanya berjarak 1,5 Km.

Anehnya, dari beberapa RT di Desa Pasar Minggu hanya RT 09 yang belum teraliri listrik. Ketua RT 09 pasar Minggu, Irbain merasa warga Pasar Minggu belum sepenuhnya merasakan pesatnya pembangunan khususnya listrik. Ia juga mengaku sangat merindukan hadirnya PLN dikampungnya.

"Kami merasa belum merdeka, karena listrik PLN belum kami nikmati." Keluhnya.

Ia menceritakan, tahun 2016 silam, pemerintah daerah sudah melakukan pemasangan jaringan. Namun sayang hingga tahun ini, mimpi masyarakat untuk menikmati listrik masih sebatas angan angan.

"Pernah disurvei 2016 lalu, dan dipasangi intalasi listrik, namun hingga kini belum dialiri listrik." Katanya.

Untuk mengatasi kegelapan di tempatnya, Irban mengungkapkan penerangan dilakukan warga dengan menggunakan genset.

“kalau mau terang, atau pakai kebutuhan lainnya sekarang ini warga ya pakai genset," ungkapnya.

Selain itu, Ia juga mengungkapkan jika untuk penerangan itu telah diusulkan berungkali, baik secara pribadi maupun melalui RT atau Kepala Desa. Namun hingga kini aliran listrik itu tak kunjung dirasakan masyarakat.

“Kita sudah sering ajukan ke Pemerintah atau PLN, tapi sampai sekarang kami masih gelap gelapan. Kalua nggak pakai genset ya gelap lah,” katanya.

"Kami merasa diabaikan. Meskipun kewajiban dalam mebayarkan pajak kepada pemerintah ia tunaikan dengan baik. Belum lagi soal biaya yang harus dikeluarkan untuk membeli minyak." Tukasnya.

Untuk itu dia berharap kepada pemerintah, baik kepada bupati atau pejabat yang berwenang untuk dapat memperhatikan keresahan warganya. Dan jangan dipandang sebelah mata, sebab hak warga sama.

Penulis: Heri Anto

Editor: Rhizki Okfiandi