Bergelut Usaha yang Sama, BUMDes Tumbangkan Puluhan Koperasi di Muarojambi

Bergelut Usaha yang Sama, BUMDes Tumbangkan Puluhan Koperasi di Muarojambi

BRITO.ID, BERITA MUAROJAMBI - Hadirnya Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang bergerak di bidang perkebunan sedikit banyak mulai mengganggu pendapatan koperasi di Muarojambi. Persoalan ini muncul lantaran jenis usaha yang digeluti BUMDes hampir sama persis dengan bidang yang diusahakan koperasi.

"Itu memang benar, para pemilik koperasi beberapa kali menyampaikan ke kita. Mereka terganggu karena usaha BUMDes mengadopsi usaha koperasi," kata Kabid Koperasi Dinas Koperindag Muarojambi, Azwan kepada BRITO.ID, Jum'at (26/4/19)

Azwan mengatakan bahwa jumlah koperasi yang terdaftar di Disperindag Muarojambi sebanyak 374. Sebagian besar koperasi itu bergerak dalam usaha perkebunan berupa jual beli sawit.

"BUMDes rata-rata mengelola usaha perkebunan. Dampaknya, penghasilan sebagian koperasi menjadi tidak bisa maksimal," ujarnya.

Berbeda dengan koperasi yang bergerak dalam bidang simpan pinjam dan koperasi konsumen. Koperasi ini sama sekali belum terpengaruh dengan hadirnya BUMDes.

"Tidak tahu kalau ke depan, jika bidang usaha ini juga digarap BUMDes tentu akan timbul persaingan," katanya.

Disperindag Muarojambi sendiri tetap menjalankan tugasnya untuk memperkuat koperasi dengan rutin memberikan penyuluhan dan pelatihan. Program ini diharapkan dapat memperkuat kelembagaan koperasi agar tetap bisa eksis sekalipun muncul persaingan. 

"Kita intens melakukan pembinaan dan pelatihan. Kalau untuk membantu finansial tidak ada. Karena koperasi itu memang dituntut untuk mandiri," ujarnya.

Situasi koperasi di Muarojambi saat ini telah banyak yang tidak aktif. Dari 374 koperasi yang terdaftar terdapat sebanyak 133 koperasi telah diajukan untuk dibubarkan. " Yang disetujui Kementerian untuk dibubarkan sebanyak 71 koperasi. Masing-masing koperasi itu sedang tahap verifikasi. Setelah itu akan kita umumkan pembubarannya di desa dan di media massa," katanya.

Koperasi diajukan pembubaran dengan alasan kelembagaan tidak aktif dan usaha tidak jalan. Selanjutnya karena tidak ada rapat anggota tahunan (RAT) . Dua tahun tidak melakukan RAT maka koperasi itu bisa diajukan pembubaran. (RED)

Kontributor: Romi R