BREAKING NEWS! Manajemen PT BEP dan PT SMP Diperiksa Polisi Terkait Karhutla

BREAKING NEWS! Manajemen PT BEP dan PT SMP Diperiksa Polisi Terkait Karhutla
Polres Muarojambi saat mengecek karhutla di dua perusahaan di Desa Puding kecamatan Kumpe ulu beberapa waktu lalu. (Romi/brito.id)

BRITO.ID, BERITA MUAROJAMBI - Kepolisian Resor (Polres) Muarojambi melakukan pendalaman terhadap kasus Kebakaran hutan dan lahan terjadi di Desa Puding, Kecamatan Kumpeh Muarojambi. 

Kebakaran yang menghanguskan puluhan hektar lahan di desa tersebut terjadi pada Sabtu (7/9/19) yang lalu. Areal yang terbakar tersebut merupakan milik perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit. 

"Iya saat ini sedang kita dalami kejadian kebakaran lahan di lokasi tersebut," ungkap Kapolres Muarojambi AKBP Mardiono melalui Kasat Reskrim AKP George Alexander Pakke, Selasa (17/9/19).

Dikatakannya, Polres sudah melakukan pemanggilan terhadap dua perusahaan tersebut yakni PT Bara Eka Prima (BEP) dan PT Sawit Mas Plantation (SMP). 

Dua perusahaan tersebut dipanggil untuk dimintai klarifikasi menyangkut kebakaran yang terjadi di lahan perusahaan mereka. Klarifikasi dilakukan secara marathon selama dua hari ini.

"Senin (16/9/19) kemarin yang kita klarifikasi pihak PT BEP dan hari ini giliran PT SMP yang kita klarifikasi," cetusnya.

Kepada awak media, George belum bisa membeberkan hasil klarifikasi yang dilakukan terhadap dua perusahaan tersebut. Selain proses klarifikasi terhadap dua perusahaan tersebut, sejauh ini Polres Muarojambi terus meningkatkan komitmen penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan. 

Saat ini, sudah ada tiga tersangka yang diduga melakukan pembakaran hutan dan lahan.

"Saat ini ada tiga tersangka sedang kita proses. Ini adalah bentuk komitmen dan keseriusan kita dalam memberantas pembakaran hutan dan lahan agar karhutla tidak terjadi lagi di Muarojambi," tandasnya. (RED)

Kontributor : Romi Herton