Bukan Eksis di Medsos, Kaum Milenial di Senaung Muarojambi Ini Lebih Memilih Group Marawis

Kemajuan zaman dan teknologi saat ini kian pesat. Ibarat mata pisau, jika tidak difilter atau diarahkan dengan baik, maka kemajuan teknologi dan masuknya budaya barat bisa merusak sendi-sendi kehidupan bermasyarakat budaya ketimuran.

Bukan Eksis di Medsos, Kaum Milenial di Senaung Muarojambi Ini Lebih Memilih Group Marawis
Para Pemuda di Desa Senaung Muarojambi Saat Latihan Marawis (ist)

BRITO.ID, BERITA MUAROJAMBI - Kemajuan zaman dan teknologi saat ini kian pesat. Ibarat mata pisau, jika tidak difilter atau diarahkan dengan baik, maka kemajuan teknologi dan masuknya budaya barat bisa merusak sendi-sendi kehidupan bermasyarakat budaya ketimuran. 

Banyak contoh yang saat ini terjadi di depan mata. Banyak kasus asusila terjadi, gegara tontonan tak layak yang bisa dengan mudah diakses di ponsel pintar maupun gawai. Tak hanya itu, mulai dari anak-anak, remaja hingga dewasa mulai keranjingan game online. 

Untuk mengantisipasi itu semua, apa yang dilakukan oleh sekelompok pemuda di desa Senaung Kecamatan Jambi Luar Kota ini patut ditiru. 

Para pemuda di sana, untuk mencegah efek negatif perkembangan zaman dan teknologi dengan membentuk group marawis. 

Di bawah pimpinan Ustadz Jumadi Al-Fatih S. Pd dan kawan -kawan, group Marawis Subbanul Mubin desa Senaung ini telah dikenal masyarakat luas. Bahkan mereka kerap manggung di luar daerah.

"Kita sama-sama tahu teknologi dan budaya barat di zaman sekarang ini mulai menggerogoti akhlak dan karakter anak muda kita. Group ini menjadi wadah bagi anak-anak, remaja dan pemuda untuk mencegah efek negatif itu semua. Membentuk karakter pemuda kita supaya lebih baik," kata Jumadi Sabtu (13/3/21).

Saat ini, group Marawis ini beranggotakan sedikitnya 80 orang, mulai dari anak-anak hingga remaja. Group ini terbentuk sejak tiga tahun lalu dan sudah mempunyai tiga group. Jadwal latihan rutin mereka 3 kali dalam seminggu. 

"Di samping kegiatan rutin shalawatan, maulidan, dan pembacaan rotibul haddad, kita juga melaksanakan pengajian. Di antaranya mengkaji kitab, pembelajaran penyelenggaraan jenazah dan lain-lain yang dibimbing oleh guru yang ahli di bidangnya," kata Jumadi. 

Meskipun baru seumur jagung, namun jam terbang group ini jangan diragukan lagi. Mereka kerap tampil mengisi acara resepsi pernikahan. 

"Alhamdulillah kalau jadwal manggung hampir selalu ada tiap minggunya. Baik mengisi acara pernikahan di desa sendiri maupun di luar desa ini. Bahkan pernah juga manggung di daerah Tebo," kata Jumadi. 

Untuk biaya manggung sendiri, kata Jumadi, mereka tak mematok harga khusus. Semua tergantung situasi dan lokasi kegiatan. 

"Kalau biaya tergantung kesepakatan saja, tidak ada patokan. Yang terpenting sama sama ikhlas," kata Jumadi.

Bersyukurnya lagi, kata Jumadi, animo pemuda dan remaja di desa Senaung untuk bergabung ke group marawis yang dipimpinnya cukup tinggi. Ada saja yang ingin bergabung, bahkan sampai anak-anak juga turut ingin bergabung.

"Alhamdulillah pemuda-pemuda di sini banyak yang ingin bergabung menjadi bagian dalam grup ini. Selain para remaja, anak anak juga banyak yang ikut. Dengan begitu, tentu ke depan mudah-mudahan pemuda di sini menjadi insan yang Madani," kata Jumadi.

Penulis: Raden Romi
Editor: Rhizki Okfiandi