Dari Selebgram Rachel Vennya, HRS Hingga TKW yang Kabur dari Karantina

Selebgram Rachel Vennya kabur dari tempat karantina di RSDC Pademangan, Jakarta Utara, saat menjalani karantina kesehatan. Sebelumnya, sudah ada beberapa kasus orang yang kabur dari karantina. Bagaimana nasib mereka sekarang?

Dari Selebgram Rachel Vennya, HRS Hingga TKW yang Kabur dari Karantina
Rachel Vennya kabur dari karantina usai pulang dari luar negeri (Instagram/@rachelvennya)

BRITO.ID, BERITA JAKARTA - Selebgram Rachel Vennya kabur dari tempat karantina di RSDC Pademangan, Jakarta Utara, saat menjalani karantina kesehatan. Sebelumnya, sudah ada beberapa kasus orang yang kabur dari karantina. Bagaimana nasib mereka sekarang?

Selebgram Rachel Vennya terkonfirmasi kabur dari RSDC Pademangan, Jakarta Utara, saat menjalani karantina kesehatan usai pulang dari luar negeri. Rachel Vennya terancam pidana 1 tahun penjara, sebagaimana diatur dalam UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan.

Rachel Vennya diduga dibantu oknum TNI berinisial FS untuk kabur dari RSDC Pademangan. Kini Kodam Jaya sedang menyelidikinya.

"Saat ini Pihak Kodam Jaya sedang dalam proses penyelidikan terkait berita kaburnya selebgram Rachel Vennya dari Karantina di RSDC Wisma Atlet Pademangan, pemeriksaan yang dilakukan dimulai dari hulu sampai ke hilir," kata Kapendam Jaya Kolonel Herwin BS dalam keterangan tertulis, Rabu (13/10/2021).

Dirangkum, Kamis (14/10/2021) ada beberapa orang yang pernah kabur dari karantina atau tidak menjalani karantinanya. Berikut ini daftarnya.

Habib Rizieq Shihab

Habib Rizieq tidak melakukan isolasi mandiri setelah pulang dari Arab Saudi. Padahal menurut jaksa berdasarkan aturan Habib Rizieq perlu melakukan isolasi mandiri selama 14 hari.

"Terdakwa meninggalkan terminal bandara yang seharusnya terdakwa melakukan isolasi mandiri sama 14 hari, sebagaimana ketentuan surat edaran Menteri Kesehayan Republik Indonesia Nomor PM.03.01/Menkes/338/2020 tanggal 22 Mei 2020 tentang penanganan kepulangan warga negara Indonesia (WNI) dan kedatangan warga negara asing (WNA) dari luar negeri di bandara udara Soekarno Hatta dan Bandar Udara Juanda, angka 1 huruf d dan e," kata Jaksa.

Jaksa mengatakan Habib Rizieq tidak melakukan hal tersebut dan justru menuju kerumunan orang yang telah memadati area bandara. Habib Rizieq juga dinilai tidak melakukan upaya pencegahan dengan cara membubarkan atau menghimbau agar tidak terjadi kerumunan.

"Ternyata karantina mandiri sebagaimana ketentuan tersebut tidak dilakukan terdakwa, melainkan terdakwa menuju kerumunan ribuan orang yang telah datang memadati hampir seluruh areal bandara Soekarno Hatta, dan tidak ada upaya yang serius dan sungguh-sungguh dari terdakwa untuk menghimbau, melarang dan mengingatkan para pengunjung atau penjemput untuk tidak berkerumun dan mematuhi protokol kesehatan yang sedang diberlakukan di seluruh wilayah Jakarta," tuturnya.

Pada pengadilan tingkat pertama di Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim), Rizieq dinyatakan terbukti melakukan pelanggaran terkait kerumunan di Petamburan yang dianggap melanggar aturan mengenai pandemi COVID-19 terkait acara Maulid Nabi Muhammad SAW dan pernikahan putrinya. Vonis yang dijatuhkan majelis hakim kala itu adalah 8 bulan penjara.

"Mengadili, menyatakan terdakwa Muhammad Rizieq Shihab terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum bersalah melakukan tindak pidana," ujar hakim ketua Suparman Nyompa saat membacakan vonis di PN Jaktim, Kamis (27/5/2021).

Rizieq dinyatakan bersalah melanggar Pasal 93 UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Pasal tersebut merupakan dakwaan alternatif ketiga.

Anggota DPR RI Fraksi PAN Guspardi Gaus

Selanjutnya ada Anggota DPR RI Fraksi PAN Guspardi Gaus yang menolak menjalani karantina setelah pulang dari luar negeri (LN). Perilaku Guspardi ini disorot sejumlah pihak hingga berujung diadukan ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) oleh kelompok masyarakati.
Perilaku Guspardi yang hadir rapat di DPR RI setelah dari luar negeri ini disentil sejumlah anggota Dewan lainnya.

Awalnya Guspardi menghadiri rapat Pansus RUU Otsus Papua secara fisik yang disiarkan akun YouTube DPR RI, Kamis (1/7/2021). Guspardi menjelaskan pada awal-awal rapat bahwa dia baru pulang dari Kyrgystan, namun enggan mengikuti isolasi.

"Saya baru datang dari Kirgistan, saya cemas juga semalam, mau diinapkan di hotel dan memang cara-cara yang dilakukan tidak baik oleh Departemen Kesehatan. Harusnya yang dikarantina itu adalah orang-orang yang tinggal di luar negeri," kata Guspardi.

Anggota DPR RI Fraksi PDIP My Esti Wijayati yang turut hadir secara fisik khawatir dengan kehadiran Guspardi usai pulang dari luar negeri. Diingatkan rekan-rekannya, Guspardi memberikan jawaban. Guspardi mengaku hadir di DPR karena rapat ini dinilainya penting.

Berbagai kritikan pun datang terhadap Guspardi Gaus yang menolak diisolasi setelah pulang dari luar negeri. Ada kritikan dari Satgas COVID-19, anggota dewan, kelompok masyarakat, hingga berujung dilaporkan ke MKD. Namun Guspardi Gaus akhirnya melakukan karantina mandiri

5 Calon TKW

5 Calon TKW nekat kabur dari tempat karantina di Jalan Rajasa, Kelurahan Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang. Warga mengaku dari 5 orang yang loncat dari tempat penampungan, 3 mengalami luka kepala dan patah tulang.

"Kejadiannya jam 7 malam. Kami dengar ada perempuan-perempuan minta tolong. Ada tiga yang terluka dan dibawa ke rumah sakit," ujar Siti Romlah (33), saat ditemui wartawan di lokasi, Kamis (10/6/2021).

Dua dari calon PMI selamat, satu orang telah dibawa pulang keluarganya. Koordinator UPT Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Malang, M Cholik Habibi menegaskan, bahwa satu dari dua orang yang selamat sudah dijemput oleh keluarganya.

"Satu yang selamat, sudah dijemput dan dibawa pulang oleh keluarganya," terang Habibi dalam konferensi pers di kantornya Jalan Kedoya Barat, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Senin (14/6/2021).

Habibi menjelaskan, satu orang lain yang selamat masih belum diketahui keberadaannya. "Yang satunya melarikan diri," tegasnya.

BP2MI memastikan adanya perlindungan, advokasi terhadap lima calon pekerja migran yang melarikan diri. Khususnya, lanjut dia, tiga calon pekerja migran yang kini menjalani perawatan di RS Wava Husada, Kepanjen, Kabupaten Malang.

Sumber: detikcom
Editor: Ari