DBD di Sarolangun Meningkat, Kadinkes: Fogging Sudah Tidak Dianjurkan

DBD di Sarolangun Meningkat, Kadinkes: Fogging Sudah Tidak Dianjurkan
Kadinkes Sarolangun Bambang Hermanto (Arfandi S/BRITO.ID)

BRITO.ID, BERITA SAROLANGUN - Jumlah penderita penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Sarolangun saat ini mengalami peningkatan.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sarolangun Bambang Hermanto, saat dikonfirmasi awak media.

Katanya, peningkatan penderita DBD ini banyak terjadi di wilayah Kecamatan Sarolangun dan Kecamatan Cermin Nan Gedang.

"Saya belum dapat datanya, tapi beberapa kasus sudah ada di Kabupaten Sarolangun dan terjadi peningkatan dari sebelumnya," kata Bambang Hermanto(21/01/2020).

Untuk mencegah makin meningkatnya penderita penyakit akibat gigitan nyamuk Aedes Aigifty tersebut yang menyebarkan virus dengue kepada korbannya.

Dinas kesehatan melakukan Pengasapan melalui alat fogging untuk membunuh nyamuk-nyamuk dewasa yang menyebabkan penyakit tersebut.

"Kita sudah melakukan Pengasapan melalui alat fogging di beberapa tempat, seperti di Tanjung rambai, dan Sungai abang. di daerah CNG kemarin alat fogging juga ke sana," katanya.

Hanya saja, Ia menyebutkan bahwa pengasapan alat fogging ini untuk mencegah penyakit DBD saat ini tidak dianjurkan lagi, sebab alat fogging belum dapat menyelesaikan masalah tersebut.

Namun hal yang paling manjur dalam mengatasi dbd ini adalah dengan senantiasa menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), salah satunya menjaga lingkungan tetap bersih, melakukan tiga M (menguras, menutup dan mengubur).

"Alat fogging ada sekitar empat unit, kita melakukan fogging berdasarkan kasus ya, ketika positif DBD. Fogging itu kan sudah tidak dianjurkan karena belum menyelesaikan masalah, itu bahwa PHBS yang memutus mata rantai DBD, tapi kalau sudah positif DBD ini maka kita fogging nyamuk dewasanya," katanya.

"Kemarin di Mandiangin juga ada, maka kita jemput bola, kita datangi setiap Puskesmas, ada atau tidak pasien DBD. Pengobatannya di Rumah Sakit, kadang-kadang kan kita tidak bisa mengatakan kalau DBD sebelum ada hasil laboratoriumnya. Sebab, banyak penyakit yang sama gejalanya dengan dbd seperti demam biasa," kata dia menambahkan

Penulis: Arfandi S

Editor: Rhizki Okfiandi