Debit Sungai Batanghari Terus Naik, Warga Diimbau Waspada Banjir

Hujan mulai turun dengan Intensitas tinggi di Provinsi Jambi. Kondisi ini juga berpengaruh ke debit sungai Batanghari yang terus meningkat. Per hari ini, debit sungai Batanghari berada pada titik 14.30 meter di atas permukaan laut (MDPL).

Debit Sungai Batanghari Terus Naik, Warga Diimbau Waspada Banjir
Peninjauan yang Dilakukan BPBD Muarojambi (ist)

BRITO.ID, BERITA MUAROJAMBI - Hujan mulai turun dengan Intensitas tinggi di Provinsi Jambi. Kondisi ini juga berpengaruh ke debit sungai Batanghari yang terus meningkat. Per hari ini, debit sungai Batanghari berada pada titik 14.30 meter di atas permukaan laut (MDPL). 

"Sebelumnya Senin di titik 14.15, hari ini naik menjadi 14.30 MDPL ketinggian debit sungai Batanghari," kata Firdaus, Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Muarojambi Selasa (1/12/20).

Berada di titik 14.30, kata Firdaus, itu artinya saat ini kondisi debit sungai Batanghari sudah berada di Level Siaga III. Dengan demikian pihaknya meminta masyarakat, khususnya yang berada di bantaran sungai Batanghari untuk waspada terhadap datangnya banjir musiman.

"Memang biasanya di akhir tahun seperti ini sering datang banjir musiman. Khususnya di daerah-daerah atau pemukiman di bantaran sungai Batanghari. Misalnya di Pematang Jering Kecamatan Jaluko, terus di Kecamatan Kumpeh. Daerah-daerah ini yang rentan terkena banjir musiman," 

Firdaus memprediksi, luapan air Sungai Batanghari ini akan terus bertambah. Pasalnya, kiriman air dari daerah hulu sudah mengaliri sebagian daerah Muarojambi.

"Apalagi potensi hujan cukup tinggi. Berdasarkan informasi dari pihak BMKG Muarojambi musim hujan diperkirakan hingga bulan Februari tahun depan," kata Firdaus. 

Biasanya, kata dia, saat debit air sungai Batanghari sudah memasuki level  siaga III, sudah ada pemukiman warga yang digenangi banjir. 

"Hingga saat ini belum ada laporan rumah warga yang terendam banjir. Biasanya, apabila sudah memasuki siaga II dan I, baru ada (rumah warga yang akan terendam banjir),"  kata Firdaus.

Ia juga mencontohkan apabila sudah memasuki siaga II dan siaga I, rumah warga yang berada di bantaran sungai  seperti di daerah Kecamatan Kumpeh yang akan pertama kali direndami banjir.

"Kemarin kita dari BPBD juga sudah berpatroli menggunakan speed boat melihat di Desa Pematangjering, Kecamatan Jaluko, di sana belum ada rumah yang terendam," tutupnya.

Penulis: Raden Romi
Editor: Rhizki Okfiandi