Diberi Izin Isolasi Mandiri di Rumah, Begini Pengakuan Pasien Corona Jambi yang Keluar dari RSUD
Pulangnya pasien positif corona atau Covid-19 asal asal Kabupaten Tebo dari RSUD Raden Mattaher (RSUD RM) menggegerkan warga Jambi. Pihak rumah sakit dianggap lalai dalam mengambil keputusan.
BRITO.ID, BERITA JAMBI - Pulangnya pasien positif corona atau Covid-19 asal Kabupaten Tebo dari RSUD Raden Mattaher (RSUD RM) menggegerkan warga Jambi. Pihak rumah sakit dianggap lalai dalam mengambil keputusan.
Disisi lain, ternyata ada sebab musabab pasien positif corona itu bisa pulang. Bahkan pasien ini bisa pulang karena mendapat izin dari pihak RSUD Raden Mattaher.
Baca Juga: Pasien Positif Corona Minta Pulang & Menolak Dikarantina Bisa Dipidana, Begini Penjelasannya
Dilansir dari jambiseru.com, pasien ini angkat bicara. Melalui telepon genggam dia mengaku bisa pulang setelah mendapat rekomendasi dari dokter yang merawatnya.
Menurut dia, pada Minggu (5/4/2020) sudah dilakukan pengambilan sampel untuk uji swab. Namun hasil lab baru keluar seminggu ke depan.
Baca Juga: Izinkan Pasien Positif Corona Asal Tebo Pulang, Dirut RSUD Mattaher Diminta Klarifikasi
"Tadi (Senin) siang dokter spesialis kontrol ke sini. Memang sayo selama seminggu ni merasa sudah semakin sehatlah. Batuk idak, sesak nafas pun idak," kata yang bersangkutan via ponsel maupun pesan WhatsApp, Senin malam (06/04).
Selama perawatan dirinya selalu dironsen setiap hari. Namun saat sebelum kepulangannya dari RSUDRM Jambi, ronsen tidak lagi dilakukan, infus sudah dilepas, bahkan dokter paru menyatakan bahwa dirinya sudah sehat secara klinis.
"(Hasil) ronsen bagus. Semuanya bagus. Dokter juga bilang ‘Bapak tadi sudah kami rapat dengan kawan-kawan. Bapak silakan pulang untuk diisolasi saja di rumah. Karena nanti bapak tambah stress di sini (RSUD RM). (Pulang) sambil nunggu itu (hasil lab)’," jelas pasien itu, meniru ucapan petugas medis.
Baca Juga: Begini Suasana Penjemputan Pasien Positif Corona Asal Tebo di Rumahnya
Bahkan sebelum pulang pasien sempat bertanya ke dokter, apakah kepulangannya nanti akan menimbulkan masalah?
"Saya sempat ngomong apakah kepulangan saya tidak akan membawa penyakit dan masalah nantinya. Dijawab dokter, ‘kalau nunggu di sini (RSUDRM) Bapak tambah stress nanti. Sebab bapak secara klinis sudah sembuh’. Sayo ikuti semua prosedur. Dan pihak rumah sakit yang nelepon istri saya untuk menjemput saya pulang. Karena ditelepon, istri sayo-pun datang menjemput," lanjutnya.
Namun tiba-tiba ketika dia dan isteri baru akan keluar dari RSRM Jambi, ada telepon dari pihak Dinas Kesehatan Provinsi Jambi. Disebutkan bahwa sesuai standar operasional prosedur (SOP), dia belum boleh pulang.
"Kareno sayo sudah siap-siap mau pulang, isteri saya bilang ‘bisa tidak pulang dan isolasi saja mandiri saja di rumah sambil nunggu hasil testnya’. Tadi setengah hari sayo di kamar bae, dak ke mano-mano. Akhirnya sayo diizinkan pulang setelah buat surat pernyataan pulang atas permintaan sendiri," tuturnya lagi.
Setelah sampai di rumah, ia mengaku kooperatif ketika dijemput lagi oleh tim medis untuk kembali dirawat ke RSRM Jambi sekitar pukul 21.00 WIB.
"Sekarang sayo sudah di rumah sakit lagi. Sekarang ni yang jadi beban pikiran sayo melibatkan isteri dan anak. Sayo mohon masyarakat untuk tidak mendiskriminasi keluarga sayo," curhatnya.
Tak hanya itu, ia berharap isteri dan anaknya jangan digabungkan dengan orang-orang positif sewaktu karantina nanti.
"Isteri saya sebelum ada kejelasan statusnya. Sayo minta jangan sampai dicampur dengan pasien lain. Karena isteri saya sehat dan hasil rapid test-nya negatif. Sebab kalau dicampur nanti malah bisa tertular. Karena dokter yang mengecek pasien datang dengan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD). Sedangkan pasien tidak. Jadi saya minta isteri saya diisolasi mandiri tidak dicampur dengan pasien yang positif," tutupnya. (red)
Sumber: jambiseru.com
