Diserang Menteri Yasonna Karena Berita Pembebasan Koruptor, Najwa Shihab Malah Bilang Begini

Menteri Yasonna Laoly ternyata tidak terima dengan pemberitaan media terkait usulan pembebasan napi korupsi, karena corona. Bahkan Yasonna menuding media yang memberitakan sangat provokatif dan politis.

Diserang Menteri Yasonna Karena Berita Pembebasan Koruptor, Najwa Shihab Malah Bilang Begini
Najwa Shihab saat mewawancarai Yasonna Laoly. (YouTube)

BRITO.ID, BERITA JAMBI - Menteri Yasonna Laoly ternyata tidak terima dengan pemberitaan media terkait usulan pembebasan napi korupsi, karena corona. Bahkan Yasonna menuding media yang memberitakan sangat provokatif dan politis.

Presenter kondang Najwa Shihab mengungkap hal itu. Dia membeberkan protes keras Yasonna Laoly atas aksi media itu melalui akun instagramnya.

Baca Juga: Achirul 'Gojek Hero' Pun Viral Gara-gara Najwa Shihab, Begini Wawancaranya Melalui Video Call

Najwa membeberkan dirinya dihubungi Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly yang tidak terima dengan pemberitaan pembebasan napi koruptor.

Dalam postingannya Najwa Shihab menulis:

"Percakapan saya dengan Menteri Yasonna soal pembebasan napi koruptor."

Menteri Hukum dan Ham Yasonna Laoly: “Saya heran dengan tuduhan tak berdasar Najwa, tentang pembebasan koruptor. Suudzon banget, sih, provokatif dan politis. Belum ada kebijakan itu. Tunggu, dong, seperti apa.” Itu sapaan awal Menteri Yasonna ke saya tadi malam melalui aplikasi WA sembari mengirimkan rilis keterangan pers," tulis Najwa, Minggu (5/4/2020).

Baca Juga: Viral: Aksi Ojek Online Berusaha Lindungi Pesanan dari Semprotan Desinfektan Bikin Haru

Menteri Yasonna Kepada Najwa mengatakan pembahasan revisi PP 99/2012 soal pembebasan napi koruptor guna mencegah covid-19 belum dilakukan. Baru sebatas usulan.

"“Ini baru usulan yang akan diajukan ke Presiden dan bisa saja Presiden tidak setuju,” tulis keterangan pers tersebut. Dalam keterangan pers itu juga disebutkan bahwa “Pemerintah bila ingin mengurangi over kapasitas di Lapas memang dimungkinkan dengan revisi PP 99/2012. Namun dengan kriteria syarat begitu ketat. […] Napi kasus korupsi yang berumur di atas 60 tahun dan sudah menjalani 2/3 masa tahanan. Pertimbangan kemanusiaan usia di atas 60 tahun. Sebab daya imun tubuh lemah. Itu juga tidak mudah mendapatkan bebas”," tulis Najwa.

Bahkan Menteri Yasonna menuduh jika media terlalu berlebihan dalam menanggapi isu pembebasan napi koruptor sebab covid-19 ini.

"Menteri Yasonna menyebut pihaknya berhati-hati, namun pihak lain yaitu media tidak melakukannya. “Kami masih exercise (usulan revisi itu). TIDAK gegabah. Beda dengan media, gegabah, berimajinasi dan provokasi.” tulis Najwa.

Najwa lantas membela diri. Dia mengatakan dirinya dan pers bukan berdasarkan imajinasi seperti yang dituduhkan Menteri Yasonna.

"Menteri Yasona agak berlebihan. Kami sama sekali tidak berimajinasi. Pemberitaan media muncul dari rapat resmi Menkumham dengan Komisi 3 DPR melalui teleconference pada 1 april 2020. Semua keterangan soal usulan revisi PP No 9/2012 yang menyebut kriteria dan syarat yang memungkinkan pembebasan napi koruptor berasal dari penjelasan Menteri Yasonna sendiri dalam rapat itu," jelas Najwa.

Baca Juga: Menkes Terawan Gunakan Obat Tamiflu, Kok Beda Obat Avigan yang Dibeli Pak Jokowi?

Najwa juga membubuhkan pernyataan penegak hukum seperti KPK yang juga keberatan dengan rencana pembebasan narapidana tersebut.

"Kajian KPK menunjukkan napi koruptor bukan penyebab kapasias berlebih lapas," tulis Najwa.

Dalam pesan percakapan tersebut, Najwa juga menanyakan pada Menteri Yasonna mengenai kapan usulan pembebasan narapidana koruptor tersebut akan diajukan ke Presiden, dan seperti apa konkritnya revisi PP 99/2012 tersebut.

Menteri Yasonna menjawab bahwa semua rencana tersebut sedang disimulasikan.

"Saya rapat di Menkopolhukam dulu," jawab Menteri Yasonna seperti yang dikutip Najwa Shihab.

Najwa pun kembali bertanya, "Apakah skemanya akan asimilasi seperti tahanan yang lain?"

"Wait and see. Tapi kangan provokasi dulu, ya," tukas Menteri Yasonna kepada Najwa Shihab. (red)

Sumber: suara.com