Disuruh Jauhi Keramaian Karena Corona, Pemkab Bungo Justru Nekat Gelar Pilkades

Di saat pandemi Covid-19 yang membahayakan dan masyarakat sedang panik - paniknya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bungo justru menggelar pemilihan kepala desa (Pilkades) dan Pemilihan Rio (Pilrio).

Disuruh Jauhi Keramaian Karena Corona, Pemkab Bungo Justru Nekat Gelar Pilkades
Pilkades yang digelar di Kabupaten Bungo di saat pandemi Corona. (Brito.id)

BRITO.ID, BERITA JAMBI - Di saat pandemi Covid-19 yang membahayakan dan masyarakat sedang panik - paniknya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bungo justru menggelar pemilihan kepala desa (Pilkades) dan Pemilihan Rio (Pilrio).

Ada 69 desa yang menggelar Pilkades, Rabu (25/3/2020). Kenekatan Pemkab Bungo ini disorot oleh anggota DPRD Provinsi Jambi, Akmaluddin. Anggota DPRD Fraksi PDIP ini menuliskan pernyataan tersebut lewat akun Facebook miliknya.

Ungkapan itu merupakan bentuk kekecewaan kepada Pemkab Bungo yang tetap nekat melaksanakan pilkades/pilrio tersebut.

Baca Juga: AJI Jambi Desak Pemerintah Terapkan Siaran Pers Live Streaming Demi Keamanan

Ketika dikonfirmasi, Akmaluddin mengatakan dirinya sangat menyesalkan dan menyanyangkan apa yang dilakukan Pemkab Bungo. Sebab sudah ada imbauan dari pemerintah pusat lewat Kemendagri untuk menunda pelaksanaan pilkades/pilrio.

"Penundaan ini ditujukan untuk memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19 dan semua masyarakat sudah harus menjaga jarak kontak fisik. Harusnya hal ini dilakukan oleh Pemkab Bungo," katanya, Rabu (25/3/2020) melalui WhatsApp.

Ia mengatakan, dengan kejadian begini pastinya akan banyak masyarakat yang berkumpul di satu tempat mengingat itu adalah pilkades/pilrio. Pihaknya juga minta Dinkes setempat untuk segera cek masyarakat terutama jika ada yang masuk kategori Orang Dalam Pengawasan (ODP).

Baca Juga: Romi-Robby Ajak Warga Tanjab Timur Cegah Corona, Begini Caranya

"Kami juga minta kepada Pemprov untuk memberi teguran ataupun sanksi kepada Bungo atas kenekatannya tetap melaksanakan Pilrio tersebut," tandasnya. (red) 

Reporter: Dewi Anita