Empat Penyedia Material Asrama Haji Sebut Terdakwa M Tahir Rahman Belum Bayar Hutang

Empat Penyedia Material Asrama Haji Sebut Terdakwa M Tahir Rahman Belum Bayar Hutang
Para saksi yang dihadirkan dalam sidang kasus Asrama Haji Jambi. (Hendro/brito.id)

BRITO.ID, BERITA JAMBI - Sejumlah saksi kembali dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Kejati Jambi, dalam kasus dugaan korupsi Asrama Haji, dengan terdakwa M Tahir Rahman dan kawan-kawan. Para saksi yang dihadirkan adalah pemilik perusahaan penyedia barang dalam pembangunan tersebut.

Tasman pemilik perusahaan penyedia barang mengungkapkan, terdapat pembelian barang berupa material bangunan senilai Rp2,6 Miliar melalui terdakwa Edo. 

"Dari jumlah itu, yang sudah dibayar sebesar Rp1,3 Miliar. Yang pertama pencairan Rp700 juta dari anggaran pembangunan, dan ada yang hanya Rp.2 jutaan. Sisanya sampai sekarang belum dibayar," kata saksi Edo, Senin (13/1).

Menurutnya, pada saat itu, terdakwa M Tahir Rahman, pernah mengumpulkan ia dan saksi lainnya, disebuah hotel di Kota Jambi. "Di hotel itu pak Tahir minta dibantu. Katanya mau dibayar. Tapi faktanya sampai sekarang belum juga," katanya.

Begitu juga dengan saksi Michael, pemilik perusahaan bidang beton mengungkapkan adanya sisa pembelian barang yang belum dibayar terdakwa. "Total pembelian Rp1,7 miliar, yang sudah dibayar Rp1,2 Miliar sampai sekarang sisa belum dibayar, dari pak Tandri," katanya.

Begitu juga dengan keterangan saksi lainnya, yang mengungkapkan bahwa adanya kekurangan sisa pembayaran yang belum dilunasi. "Dari kabar yang saya tahu, uangnya sudah habis dengan pak Bambang," ucap saksi.

Begitu juga suplayer lainnya, yakni Iwan Hariyanto. Dihadapan majelis hakim yang dipimpin Hakim Erika Sari Emsah Ginting, saksi mengatakan, masih ada sisa pembayaran senilai Rp. 100 juta lebih, dari total pembelian bahan plafon sebesar Rp.400 juta. "Sisanya tidak ada sama sekali dibayar. Tidak ada janji juga mau dibayar," ujarnya.

Penulis: Hendro Sandi

Editor: Ari