Fokus Hadapi Corona, Proyek Fisik di Muarojambi Terancam Ditunda

Kegiatan Fisik Tahun anggaran 2020 yang ada di Dinas PUPR Kabupaten Muarojambi terancam batal dilaksanakan. Hal ini dikarenakan adanya instruksi dari kementerian PUPR untuk menghentikan sementara karena keadaan Force Majour atau belum kondusif di tengah wabah corona. 

Fokus Hadapi Corona, Proyek Fisik di Muarojambi Terancam Ditunda
Kadis PU PR Muarojambi Yultasmi (ist)

BRITO.ID, BERITA MUAROJAMBI - Kegiatan Fisik Tahun anggaran 2020 yang ada di Dinas PUPR Kabupaten Muarojambi terancam batal dilaksanakan. Hal ini dikarenakan adanya instruksi dari kementerian PUPR untuk menghentikan sementara karena keadaan Force Majour atau belum kondusif di tengah wabah corona. 

"Belum ada yang jalan, ada info dari pusat kalu pandemi Covid-19 ini berlangsung lama, ada kemungkinan dipending semua," sebut Yultasmi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Muarojambi Kamis (2/4/20).

Kendati demikian saat ini beberapa proses dan tahapannya sudah berjalan. Kata Dia, saat ini tahapan pekerjaan Perencanaan di Bidang Cipta Karya dan Pengairan sudah hampir selesai masa kontrak dan prosesnya. Jika situasi memungkinkan siap dilelangkan.

"Kegiatan  Perencanaan Anggaran 2020 di bidang bina marga baru mau dimulai, dan dua hari yang lalu Kepala Bidang Bina Marga sudah saya panggil, dalam penjelasannya dalam sebulan terakhir kesehatannya agak terganggu. Ya, dapat kami maklumi dan dia sanggup untuk secepatnya menyelesaikannya," sebutnya.

Di tengah wabah Covid-19  ini, lanjut Yultasmi, dinas PUPR Muarojambi hanya melaksanakan kegiatan yang sifatnya penting dan mendesak saja bagi kebutuhan  masyakarat, dan berskala kecil.

"Kegiatan kebutuhan masyarakat yang darurat dan tidak dengan anggaran yang besar saja yang kami kerjakan saat ini," sebut Yultasmi.

Sementara itu Sekda Muarojambi Fadhil Arif mengatakan belum bisa dijalankannya pembangunan fisik di Muarojambi saat ini lantaran terkait wabah virus Covid-19. Pemerintah lebih memfokuskan untuk keselamatan warga terhadap serangan wabah yang mematikan ini. Penghentian pengerjaan kegiatan fisik ini sudah sesuai dengan instruksi kementerian PUPR, bahkan bila perlu dananya dialihkan untuk penanganan pencegahan Covid-19.

"Kalau kita hanya hentikan sementara saja, dananya tidak kita alihkan, nanti kalau keadaan membaik baru kita mulai kegiatan pembangunan," sebut sekda Fadil Arif.

Ini tentu akan berpengaruh pada serapan anggaran nantinya, namun demikiam dalam kondisi seperti sekarang ini, serapan anggaran tidak menjadi permasalahan. Karena keselamatan dan keberlangsungan hidup masyarakat yang lebih utama.

"Kondisi seperti ini, kita tidak lagi berbicara masalah serapan anggaran, tapi kita bicara masalah keselamatan yang diutamakan saat ini," tandasnya.

Penulis: Raden Romi

Editor: Rhizki Okfiandi