Gas Melon di Tanjab Barat Langka, Kadis Koperindag: Ada Pangkalan yang Kurang Ajar

Di masa Pandemi Covid 19 di saat perekonomian masyarakat dilanda kesulitan, harga Gas Melon Bersubsidi malah melejit di luar nalar.

Gas Melon di Tanjab Barat Langka, Kadis Koperindag: Ada Pangkalan yang Kurang Ajar
Gas Melon di Tanjab Barat (ist)

BRITO.ID BERITA TANJAB BARAT- Dimasa Pandemi Covid 19 di saat perekonomian masyarakat dilanda kesulitan, harga Gas Melon Bersubsidi malah melejit di luar nalar. 

Bahkan harga beli di tingkat pengecer mencapai Rp. 30 ribu hingga Rp. 40 ribu per tabung. 

Kondisi ini membuat sebagian masyarakat hususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil Menengah UMKM hingga ibu rumah tangga mengeluh lantaran makin tinggi kebutuhan pokok sehari hari. 

Murniati, salah satu pelaku usaha UMKM, mengeluhkan harga jual gas Melon di tingkat pengecer. Bahkan ia mengaku sangat kualahan mencari gas isi ulang saat ini. 

"Saya sering beli di pengecer, sebab kalau beli di pangkalan hanya dapat dijatah 1 tabung. Kadang ada yang jual Rp 25 ribu, itu kalau gas lagi banyak, kalau lagi kosong bisa sampai Rp 40 ribu, itupun susah nyarinya," Jelasnya kepada Brito.id Senin (24/8). 

Ia juga mengaku dalam menjalankan usahanya, setidaknya menghabiskan 3 tabung gas melon dalam sehari. 

"Kalau harga mahal Insya Allah saya terima, ini sudah mahal, nyarinya susah," keluhnya. 

Hal senada juga diungkapkan Sarni salah satu pedagang kecil. Ia mengaku menghentikan usahanya lantaran modal usahanya tidak sesuai dengan penghasilan. 

"Gas mahal, susah nyarinya, harga bahan baku juga tambah mahal, pembeli kurang, jadi sementara ini saya istirahat dulu bikin kuenya," keluhnya ibu 5 anak itu. 

Menanggapi hal ini, Kadis Diskoprindag Tanjab Barat Safriwan mengaku terkejut. Kata dia, untuk dalam kota HET gas Melon di pangkalan hanya Rp 19 ribu /tabung. 

Safriwan juga mengaku akan memberi tindakan tegas bagi pangkalan yang lebih mengutamakan pengecer dari pada ke masyarakat. 

"Saat ini kuota gas Melon untuk Tanjab Barat tercukupi, pengiriman juga tidak pernah terkendala, jadi kalau sampai langka bahkan harga selangit berarti ada pangkalan yang kurang ajar," katanya. 

"Untuk masyarakat, jika ada menemukan pangkalan nakal atau menjual harga diluar het, silahkan hubungin kami," tegasnya. 

Penulis: Heri Anto
Editor: Rhizki Okfiandi