Gusriyandi Rifa'i: Di Usia 60, Bungo Harus Bangkit dan Bergerak Lebih Cepat

Gusriyandi Rifa'i: Di Usia 60, Bungo Harus Bangkit dan Bergerak Lebih Cepat
Gusriyandi Rifa'i. (Dokpri)

BRITO.ID, BERITA BUNGO – Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bungo, Gusriyandi Rifa'i, menyampaikan ucapan selamat atas peringatan Hari Ulang Tahun Kabupaten Bungo ke-60 yang jatuh pada tahun 2025 ini. Dalam pernyataannya, Gusriyandi menegaskan bahwa momentum ini bukan sekedar seremonial perayaan, namun titik refleksi untuk memperkuat arah pembangunan Bungo di bawah kepemimpinan Bupati Dedy Putra dan Wakil Bupati Tri Wahyu Hidayat.

Menurutnya, usia 60 tahun bagi Kabupaten Bungo merupakan usia matang yang seharusnya diiringi dengan kemajuan nyata di berbagai sektor, baik ekonomi, infrastruktur, maupun pelayanan publik. Ia berharap duet Dedy–Tri mampu menghadirkan pemerintahan yang tanggap cepat, transparan, dan berpihak kepada kepentingan rakyat kecil.

"Di usia 60 tahun ini, Bungo harus bangkit. berjalan lambat di tengah perubahan zaman. Rakyat menunggu terobosan nyata, bukan hanya janji dan seremoni. Saya percaya, dengan kemauan kuat, Bupati Dedy Putra dan Wakil Bupati Tri Wahyu Hidayat bisa membawa Bungo menjadi kabupaten yang tumbuh dan inklusif," ujar Gusriyandi dalam keterangannya di Muara Bungo, Senin (14/10/2025).

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan seluruh elemen politik, termasuk DPRD dan partai-partai. Menurutnya, kemajuan daerah tidak dapat dicapai hanya oleh kepala daerah, melainkan harus menjadi gerakan kolektif seluruh pemangku kepentingan. “Kita semua punya tanggung jawab yang sama. Pemerintah, dewan, dan masyarakat harus bersatu agar visi pembangunan bisa terwujud,” katanya.

Dalam 100 hari pertama kepemimpinannya, duet Dedy–Tri dinilai telah memulai sejumlah langkah positif. Berdasarkan catatan dari berbagai sumber resmi dan pemberitaan lokal, beberapa pencapaian awal mereka antara lain pembenahan tata kelola pemerintahan, pemasangan 104 titik lampu penerangan jalan di kawasan utama kota, penyelenggaraan bursa kerja atau job fair untuk membuka lapangan kerja masyarakat bagi, serta penguatan koordinasi dalam upaya menertibkan aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI).

Bupati Dedy Putra juga tercatat berhasil menjalin sinergi yang baik dengan DPRD dalam pembahasan perubahan APBD tahun 2025, yang menjadi landasan awal pelaksanaan program pembangunan. Namun, sejumlah pihak menilai masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, terutama dalam hal penegakan hukum terhadap aktivitas PETI yang masih marak di wilayah pedalaman, serta penyelesaian pembangunan infrastruktur dasar di desa-desa terpencil.

Gusriyandi menilai bahwa 100 hari pertama kepemimpinan Dedy–Tri memang baru sebatas peletakan fondasi. Ia berharap dalam periode mendatang, pemerintah daerah mampu bergerak lebih agresif dalam mendorong sektor-sektor produktif seperti pertanian, UMKM, dan ekonomi kreatif. “Langkah awal sudah baik, tapi jangan berhenti di situ. Kita perlu berakselerasi di lapangan. Jalan, irigasi, dan pasar rakyat harus menjadi prioritas agar ekonomi warga bergerak,” tegasnya.

Selain itu, Gusriyandi juga mengingatkan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan daerah. Ia berharap pemerintah membuka akses publik terhadap data pencapaian pembangunan agar masyarakat bisa ikut mengawasi dan memberi masukan. “Era sekarang menuntut keterbukaan. Rakyat berhak mengetahui mana arah anggaran mereka. Dengan demikian, kepercayaan masyarakat akan meningkat,” tambahnya.

Menutup pernyataannya, Gusriyandi menegaskan bahwa PDIP Bungo siap menjadi mitra konstruktif bagi pemerintahan Dedy–Tri, sekaligus pengawas penting demi memastikan pembangunan berjalan sesuai visi yang dijanjikan. "Kami akan mendukung penuh setiap kebijakan yang berpihak pada rakyat. Tapi jika ada yang melenceng, kami juga tidak akan diam. Ini bentuk tanggung jawab moral kami terhadap masyarakat Bungo," tuturnya.

Ia berharap di usia ke-60 ini, Kabupaten Bungo mampu menegaskan jati dirinya sebagai daerah yang maju, berdaya saing, dan makmur bagi seluruh warganya. “HUT ke-60 bukan hanya mengenang masa lalu, tapi harus menjadi semangat baru untuk menatap masa depan. Mari kita jadikan Bungo rumah bersama yang tumbuh dengan kedalaman dan keberanian,” tutup Gusriyandi.

(Ari Widodo)