Harga Bawang Merah di Muarojambi Merangkak Naik, Kepala Diskoperindag: Pengaruh Cuaca Ekstrim

Memasuki hari ketujuh puasa Ramadhan, harga bawang merah di pasar tradisional Sengeti mulai merangkak naik. Kenaikan yang terjadi cukup signifikan bila dibanding sebulan yang lalu.

Harga Bawang Merah di Muarojambi Merangkak Naik, Kepala Diskoperindag: Pengaruh Cuaca Ekstrim
Salah Satu Pedagang Bawang Merah di Muarojambi (ist)

BRITO.ID, BERITA MUAROJAMBI - Memasuki hari ketujuh puasa Ramadhan, harga bawang merah di pasar tradisional Sengeti mulai merangkak naik. Kenaikan yang terjadi cukup signifikan bila dibanding sebulan yang lalu.

"Kini ko lah Rp48 ribu perkilonyo. Naik hargonyo kalau empat Minggu yang lalu cuma Rp30 ribu sekilonyo," kata Mius salah satu pedagang bawang merah di pasar tradisional Sengeti Kamis (30/4/20).

Menurut sepengetahuan Mius, naiknya harga bawang merah ini disebabkan beberapa hal. Bisa jadi karena kondisi ini dipicu Pandemi Korona yang saat ini tengah melanda Indonesia dan cuaca ekstrem yang terjadi di daerah petani bawang merah yang membuat para petani gagal panen.

"Barang sedikit hargo naik tapi orang belanja sepi karena Corona ni, semoga saja ini cepat berlalu dan pemerintah bisa memberi solusi ke masyarakat di masa Pandemi ini," kata Mius.

Terkait kenaikan harga bawang yang cukup signifikan ini, Kepala Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan Muarojambi Nur Subiyantoro turut membenarkan. Dia bilang kenaikan harga bawang merah memang cukup signifikan akhir-akhir ini.

"Terjadi cuaca ekstrem di daerah petani bawang merah seperti di Brebes yang menyebabkan petani alami gagal panen dan berimbas kepada stok atau pasokan bawang di pasaran," kata Nur Subiyantoro.

Soal ini, kata Nur, pihak ya terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk terus berupaya menjaga kestabilan harga di pasaran normal dan walaupun mengalami lonjakan tidak terlalu tinggi.

 "Kita terus berkoordinasi dengan Satgas pangan untuk menanggulangi hal ini," kata dia.

Penulis: Raden Romi

Editor: Rhizki Okfiandi