Harga Karet Kembali Anjlok, Diskoperindag Muarojambi Sebut Akibat Virus Corona

Harga Karet Kembali Anjlok, Diskoperindag Muarojambi Sebut Akibat Virus Corona
Petani Yang Sedang Menyadap Karet (ist)

BRITO.ID, BERITA MUAROJAMBI - Harga jual karet di tingkat petani di kabupaten Muarojambi terus mengalami penurunan. Anjloknya harga karet ini diduga akibat adanya virus corona di Wuhan China.

Seorang petani karet menuturkan, dalam tiga minggu terakhir harga karet di tingkat petani terus mengalami penurunan.

"Biasanya harga Karet di tingkat petani mencapai Rp 8 ribu per kilogramnya, namun dalam tiga minggu terakhir terus mengalami penurunan, hingga hari ini harga karet hanya tinggal 6.700 rupiah perkilogramnya" sebut Tursi salah seorang petani Karet di desa Suak Putat, Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muarojambi Senin (10/2/20).

Senada, Lasdi, salah seorang pengepul karet milik petani di Muarojambi mengeluhkan hal serupa. Lasdi menyebut, biasanya harga karet di gudang di atas Rp 8 ribu per kilogramnya namun saat ini harga hanya Rp 7500.

"Turunnya harga ini akibat dari virus Corona yang saat ini tengah menyerang di negara China, sehingga ekspor karet dari Indonesia ke China menjadi tersendat, dan mempengaruhi harga," terang Lasdi.

Petani pun berharap ada solusi konkrit dari pemerintah terkait hal ini. Sugiono, petani karet lainnya di Muarojambi berharap agar ada tindakan dari pemerintah terhadap harga komoditi karet yang terus mengalami penurunan.

"Tentunya hal ini perlu perhatian dari aparat terkait dan pemerintah untuk mencarikan solusinya, sehingga masyarakat dan petani karet dapat hidup sejahtera," kata Sugiono.

Anjloknya harga karet diduga lantaran adanya virus corona ini turut dibenarkan Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan Muarojambi Nur Subiantoro.

Menurut dia, saat ini perekonomian dunia dipegang oleh mayoritas negara Amerika dan China. Dengan adanya virus corona mempengaruhi dunia eksport import ke negara yang terpapar virus korona tersebut.

"Iya. Saat ini ekonomi mayoritas dipegang mereka Cina dan AS. Condong ke sana. Dengan merebaknya virus corona, berakibat pada lesunya perekonomian global serta menjadi kurang leluasa beraktivitas. Bahkan mengurangi Import hingga mengalami kemerosotan sampai dengan 5 persen," kata Nur Subiyantoro melalui pesan WhatsApp kepada Brito.id.

Penulis: Raden Romi

Editor: Rhizki Okfiandi