Heboh! Poster Sumpah Kesurupan-Miskin 7 Turunan, Warga Enggan Buang Sampah Sembarangan di Lokasi Ini

Tumpukan sampah selalu menjadi persoalan di setiap daerah. Hal itu dikarenakan kurangnya kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya.  Alhasil sampah dibuang tidak pada tempatnya dan menimbulkan bau tak sedap. Seperti halnya yang terjadi di sejumlah tempat di Kota Kisaran, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara (Sumut). 

Heboh! Poster Sumpah Kesurupan-Miskin 7 Turunan, Warga Enggan Buang Sampah Sembarangan di Lokasi Ini
Poster imbauan agar tidak buang sampah sembarangan di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara. (Suara.com)

BRITO.ID, BERITA VIRAL - Tumpukan sampah selalu menjadi persoalan di setiap daerah. Hal itu dikarenakan kurangnya kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya. 

Alhasil sampah dibuang tidak pada tempatnya dan menimbulkan bau tak sedap. Seperti halnya yang terjadi di sejumlah tempat di Kota Kisaran, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara (Sumut). 

Salah satunya di Jalan Budi Utomo, Kelurahan Mutiaea, Kota Kisaran, Kabupaten Asahan. Sampah berserakan di pinggir jalan yang bukanlah tempat pembuangan sampah. 

Pihak kelurahan lalu memasang poster berisi peringatan agar warga tidak lagi membuang sampah sembarangan.

"Dilarang buang sampah di sini, kemarin ada yang kesurupan. Buang sampah sembarangan sumpahi miskin 7 turunan," isi poster dilihat SuaraSumut.id, Minggu (29/8/2021), 

Dalam poster juga terlihat gambar kuntilanak. Tampak juga tulisan jika buang sampah sembarangan dikenakan hukuman dan sanksi yang berlaku.

Lurah Mutiara Syamsul mengaku tidak menyangka imbauan yang dibuat efektif dan membuat warga berhenti membuang sampah di tempat itu.

"Sudah tidak ada lagi warga yang buang sampah disitu sejak ada plang tersebut. Sebelumnya bertumpuk sampah disitu, kan itu rumah kosong," katanya.

Sebelumnya, Syamsul dan kepala lingkungannya sempat berjaga di tempat itu untuk mengahalau warga agar tidak buang sampah. Hal itu berlangsung selama sebulan. 

"Setiap habis subuh saya jagain di situ sama kepling agar masyarakat tidak buang sampah. Pas kami ke situ gak ada yang buang sampah. Tapi begitu ditinggal bertumpuk langsung sampahnya," ujarnya.

Ia menduga orang yang membuang sampah di lokasi itu bukanlah warga Kelurahan Mutiara. Pasalnya, di daerahnya ada petugas yang mengutip sampah ke rumah-rumah warga menggunakan dua unit becak sampah.

"Saya yakin bukan warga Kelurahan Mutiara. Pasti warga luar, sekalian pergi kerja dibuangnya sampah di situ. Kemaren pernah ada yang ketangkap buang sampah sama kepling saya, warga Siumbut-umbut ngakunya baru sekali," paparnya.

Ia berharap masyarakat tidak lagi buang sampah sembarangan karena dapat menimbulkan penyakit.

"Pas saya bersihkan dan angkut pakai becak sampah-sampah itu sampai berulat. Baunya sudah dikeluhkan warga sekitar situ," tandasnya.

Sumber: Suara.com
Editor: Ari