Heboh Saham Bukalapak Dijual Asing, Segini Harganya

Harga saham emiten e-commerce yang disokong Grup Emtek, PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) sempat menyentuh batas auto rejection atas (ARA) sebesar 25% pada awal perdagangan sesi I, Senin kemarin (9/8/2021) di level Rp 1.325/saham. Data Bursa Efek Indonesia (BEI) merangkum, pukul 09.02 WIB, harga saham BUKA melejit 25,00% ke Rp 1.325/saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 199,17 miliar, menjadi yang terbanyak di bursa. Adapun volume perdagangan tercatat sebesar 150,41 juta saham pada periode itu.

Heboh Saham Bukalapak Dijual Asing, Segini Harganya
Istimewa. (Istimewa)

BRITO.ID, BERITA JAKARTA - Harga saham emiten e-commerce yang disokong Grup Emtek, PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) sempat menyentuh batas auto rejection atas (ARA) sebesar 25% pada awal perdagangan sesi I, Senin kemarin (9/8/2021) di level Rp 1.325/saham.

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) merangkum, pukul 09.02 WIB, harga saham BUKA melejit 25,00% ke Rp 1.325/saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 199,17 miliar, menjadi yang terbanyak di bursa. Adapun volume perdagangan tercatat sebesar 150,41 juta saham pada periode itu.

Namun tercatat pada pukul 14:10 WIB, saham BUKA terpangkas apresiasinya menjadi 14,15% ke level harga Rp 1.210/unit. Dengan nilai transaksi yang sangat tinggi yakni Rp 3,33 triliun dan kapitalisasi pasar mencapai Rp 125 triliun.

Akhirnya pada penutupan perdagangan Senin kemarin, saham BUKA ditutup naik 4,72% di Rp 1.110/saham, atau naik 31% dari harga penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) di harga Rp 850/saham.

Nilai transaksi saham BUKA mencapai Rp 4,46 triliun, dengan volume perdagangan 3,58 miliar dan kapitalisasi pasar di akhir sesi II menjadi Rp 114,40 triliun.

Saham BUKA listing perdagangan pada Jumat lalu (6/8) dengan meraih dana IPO mencapai Rp 22 triliun, terbesar sepanjang sejarah BEI.

Meski saham masih di tren naik, investor asing mencatatkan jual bersih di pasar reguler kemarin di saham BUKA yakni Rp 629 miliar, ditambah dengan hari sebelumnya maka net sell asing mencapai Rp 876 miliar.

Analis PT Panin Sekuritas Tbk (PANS), William Hartanto, mengatakan aksi jual yang dilakukan investor asing adalah hal yang lumrah terjadi sebagai aksi ambil untung (profit taking).

"Hal yang wajar, kalau sudah profit pasti dijual. Sisanya tinggal siapa yang lebih kuat, penjualan asing atau pembelian lokal," kata William, Senin (9/8/2021).

William menilai, saham Bukalapak diperkirakan masih akan melanjutkan tren kenaikan dengan estimasi penguatan ke level Rp 1.500 per saham.

Selain itu, kata William, Bukalapak yang masuk ke dalam indeks saham teknologi di BEI memiliki prospek yang positif ke depannya. Terlebih lagi, jika semakin ramai unicorn asal Indonesia yang mencatatkan saham di pasar modal domestik.

"Indeks IDX Techno jadi masih bisa menguat lagi selama trend saham-saham teknologi masih berlangsung, mungkin hingga akhir tahun," ujarnya.

Adapun dilihat secara sektoral, pada awal perdagangan Senin pagi kemarin, terpantau saham Bukalapak memimpin pergerakan indeks IDXTECHNO dengan kenaikan 25%. Sedangkan, indeks teknologi di BEI tersebut pada awal perdagangan Senin kemarin mengalami kenaikan 5,40%.

Sebagai informasi, dengan melantai di bursa, BUKA meraup dana penawaran umum atau IPO mencapai Rp 22 triliun, terbesar sepanjang sejarah BEI.

Berdasarkan data resmi BEI, jumlah saham BUKA yang dicatatkan 103.062.019.354 saham, terdiri dari saham pendiri 77.296.514.554 saham dan penawaran umum 25.765.504.800 saham.

Untuk jumlah saham penawaran umum itu setara dengan 25,0% dari modal ditempatkan dan disetor perseroan setelah IPO dengan harga perdana Rp 850/saham.

Harga penawaran ditetapkan di angka penawaran tertinggi Rp 850/unit, dengan begitu total dana yang diraup mencapai Rp 21,9 triliun.

Sumber: CNBC Indonesia
Editor: Ari