Heboh! Ustadz di Sukabumi Diisukan Ngaku Wali dan Shalat Tak Pakai Baju, Begini Kata Ketua GP Ansor

Pesan suara soal ustadz yang mengaku wali dan dilantik oleh Nabi Khidir dan Nyi Roro Kidul dibuat dan disebar melalui aplikasi perpesanan. Selain pesan suara itu tersebar juga foto-foto yang seolah menegaskan isi dalam pesan. Foto itu berupa sejumlah laki-laki yang salah satunya dikatakan Ustadz Encep bertelanjang dada dengan posisi berdiri seperti shalat, kedua tangan tertaut di depan perut.

Heboh! Ustadz di Sukabumi Diisukan Ngaku Wali dan Shalat Tak Pakai Baju, Begini Kata Ketua GP Ansor
Istimewa. (Istimewa)

BRITO.ID, BERITA SUKABUMI - Pesan suara soal ustadz yang mengaku wali dan dilantik oleh Nabi Khidir dan Nyi Roro Kidul dibuat dan disebar melalui aplikasi perpesanan. Selain pesan suara itu tersebar juga foto-foto yang seolah menegaskan isi dalam pesan.

Foto itu berupa sejumlah laki-laki yang salah satunya dikatakan Ustadz Encep bertelanjang dada dengan posisi berdiri seperti shalat, kedua tangan tertaut di depan perut.

Ketua DPC GP Ansor Kecamatan Surade Hamdin Al-Murdani menegaskan orang-orang yang berada di foto itu bukan sedang shalat.

"Foto tersebut di isukan lagi shalat, padahal sedang marhaba mahalulqiam ,video utuhnya ada," kata Hamdin Al-Murdani, Sabtu (2/10/2021).

Hal itu juga dipertegas oleh Bakang Anwar As'adi, Kades Cipendeuy Kecamatan Surade. Bakang mengatakan bahwa foto itu dicrop sedemikian rupa untuk memfitnah Ustadz Encep.

"Itu firnah luar biasa untuk Kyai Encep, dikatakan bahwa beliau shalat tanpa memakai busana. Setelah saya klarifikasi termyata itu bukan adegan lagi shalat, itu lagi acara marhaba lagi mahlulqiam dan beliau menghadapnya ke Timur di mana jemaahnya menghadap ke Barat dan itu di ruangan aula bukan di masjid," jelas Bakang.

Menurut Bakang perbuatan memotong adegan video utuh lalu diplintir merupakan perbuatan tidak etis. "Menurut saya itu sangat tidak etis ya, perlakuan yang sangat tidak benar sekali," katanya.

Diketahui, ada dua pesan suara yang diterima detikcom, satu pesan suara berdurasi 1 menit 21 detik dan 2 menit 21 detik. Pesan suara pertama menjelaskan soal kewalian Ustadz Encep asal Surade dan yang kedua menjelaskan identitas beberapa orang dalam foto yang ikut tersebar bersamaan dengan pesan suara tersebut.

"Assalamuallaikum, teman-teman yang tergabung dalam grup KPK Pasundan sekarang di Surade di daerah Cipeundey Leuwi Cagak munculah seorang wali, namanya wali Encep yang shalatnya enggak pakai baju. Itu dia mengaku sebagai wali. Anehnya sekarang para kyai di blok situ para kyai sepuh jadi pengikutnya. Ini Wali Encep jadi santrinya sekarang enggak ngaji lagi, sudah megang tasbih aja Aurodz terus katanya sudah jaminannya surga. Ini wali Encep coba pak ketum, kemana ini pak ketum komentarnya tuh di Surade ada Wali Encep tuh. Lagi ramai Surade tuh, kemarin Istighosah juga dipanggung orang segitu banyaknya dia enggak pakai baju. Pusernya kemana, memang itu. Coba tolong dikaji bagaimana tanda-tanda kewalian bagaimana tanda seseorang itu sebagai wali, ini Wali Majdud atau wali Majnun," kutip detikcom dari pesan suara pertama, Sabtu (2/10/2021).

Sumber: detikcom
Editor: Ari