Gugatan di PTUN VS Dispora Manado Kalah, Calon Paskibraka Ajukan Banding

Tak terima gugatannya kalah ditolak Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Manado. Nathalia Thomas, calon anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Pasikbraka) tahun 2021 asal Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut),  mengajukan banding. "Kami mengajukan banding atas putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Manado dengan No. 21/G/2021/PTUN.MDO tanggal 16 Agustus 2021," kata ibu Nathalia, Santia Thomas, kepada wartawan, Sabtu (2/10/2021).

Gugatan di PTUN VS Dispora Manado Kalah, Calon Paskibraka Ajukan Banding
Ilustrasi. (Istimewa)

BRITO.ID, BERITA MANADO - Tak terima gugatannya kalah ditolak Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Manado. Nathalia Thomas, calon anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Pasikbraka) tahun 2021 asal Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut),  mengajukan banding.

"Kami mengajukan banding atas putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Manado dengan No. 21/G/2021/PTUN.MDO tanggal 16 Agustus 2021," kata ibu Nathalia, Santia Thomas, kepada wartawan, Sabtu (2/10/2021).

Nathalia awalnya mengajukan gugatan ke PTUN karena dinyatakan tidak lulus di tahap kedua oleh panitia seleksi (pansel) Paskibraka 2021.


Santia menjelaskan alasannya dia mengajukan permohonan banding. Dia menjelaskan, setelah membaca dan memperhatikan putusan tersebut, ada beberapa pertimbangan hukum serta dikaitkan dengan fakta persidangan.

"Bahwa amar putusan yang diberikan majelis hakim tingkat pertama dengan menolak gugatan penggugat dengan seluruhnya adalah keliru dan tidak sesuai, sehingga penggugat mengajukan upaya hukum banding sesuai dengan ketentuan dalam lingkup peradilan tata usaha negara," kata dia.

Santia menilai majelis hakim telah keliru dalam mempertimbangkan dalil eksepsi tergugat I.

"Hal ini dikarenakan penggugat tidak mengetahui terkait surat tugas tersebut dan tidak memakai surat tersebut dalam seleksi tahap kedua dan penggugat hanya mengetahui surat tersebut dari media sosial Facebook," cetusnya.

Dia pun menjelaskan, secara hukum, Santia memiliki hak mengajukan sejumlah keberatan di pengadilan karena dia merupakan orang tua Nathalia.

"Saya memiliki legal standing untuk mengajukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara Manado dikarenakan penggugat merupakan orang tua kandung dari Natalia Thomas selaku nama yang tercantum di dalam objek sengketa," sebut dia.


Tak hanya itu, penggugat memiliki kedudukan hukum untuk mengajukan gugatan dikarenakan objek sengketa yang diterbitkan oleh Tergugat I dan Tergugat II merupakan sesuatu yang berimplikasi pada penggugat dan menghalangi hak-hak penggugat.

"Bahwa majelis hakim telah keliru dalam menganalisis dua unsur dalam kepentingan hukum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 53 ayat (1) Undang-Undang No 9 Tahun 2004 yang dihubungkan dengan objek sengketa. Dalam hal ini penerbitan objek sengketa tersebut mempengaruhi hak dari Penggugat, yaitu terhalanginya hak tertentu dari anak penggugat," imbuhnya.


Santia berharap keputusan PTUN Manado segera dibatalkan karena dinilai keliru.

"Sudah seharusnya keputusan Pengadilan Tata Usaha Negara Manado Nomor No. 21/G/2021/PTUN.MDO tanggal 16 Agustus 2021 harus dibatalkan dan pembanding mohon kepada Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara yang mengadili sendiri dan mengabulkan gugatan para pembanding atau penggugat untuk seluruhnya," kunci ibu dua anak ini.

Untuk diketahui, upaya banding yang diajukan oleh pihak orang tua tanpa didampingi kuasa hukumnya.


Sebelumnya, calon anggota calon anggota Pasikbraka tahun 2021 di Kota Manado, Nathalia, menggugat panitia seleksi ke PTUN. Nathalia keberatan awalnya dinyatakan tidak lulus di tahap kedua.

"Bahwa dalam seleksi tahap I siswi bernama Nathalia Thomas asal SMK Negeri 3 Manado dinyatakan lulus oleh panitia seleksi dan Dispora Kota Manado. Kemudian dipanggil untuk melanjutkan dalam tahapan seleksi selanjutnya. Namun, setelah mengikuti seleksi selanjutnya, keluarlah hasil akhir seleksi, di mana pada hasil seleksi tahap II nama Nathalia Thomas sudah tidak lulus," ujar kuasa hukum Nathalia, Eunike R Sumampouw, SH, saat dimintai konfirmasi detikcom, Senin (24/5).

Sumber: detikcom
Editor: Ari