Jalan Mestong Kebanjiran Kala Hujan, Ini Dugaan Penyebabnya

Ruas jalan Nasional Jambi - Palembang tepatnya di Pall 11, 12, 14, 15 dan 17 Desa Pondok Meja kebanjiran saat hujan turun dengan intensitas tinggi. Lantaran banjir tersebut, jalanan menjadi macet

Jalan Mestong Kebanjiran Kala Hujan, Ini Dugaan Penyebabnya
Kondisi Jalan yang Banjir Ketika Hujan Lebat di Muarojambi (ist)

BRITO. ID, BERITA MUAROJAMBI - Ruas jalan Nasional Jambi - Palembang tepatnya di Pall 11, 12, 14, 15 dan 17 Desa Pondok Meja kebanjiran saat hujan turun dengan intensitas tinggi. Lantaran banjir tersebut, jalanan menjadi macet. 

Banjir dadakan yang terjadi ini diklaim lantaran aktivitas penimbunan untuk alih fungsi lahan. Itu kata warga dan kepala desa di sana.

“Dari dulu, dak pernah di Pall 14 ini kena banjir, apalagi cuma karena hujan deras. Sekarang dengan adanya aktivitas penimbunan, bila hujan deras, cepat sekali banjirnya,” sebut Kades Pondok Meja Martoyo. 

Dijelaskannya, atas aktivitas penimbunan yang menyebabkan banjir tersebut, menyebabkan warganya dirugikan karena terdampak banjir. Menyikapi persoalan itu, pihak Pemerintahan Desa Pondok Meja telah memanggil pemilik tanah yang melakukan aktivitas penimbunan itu ke Balai Desa untuk mencari solusi dan jalan terbaik. 

“Jadi kemarin kami sudah memanggil yang punya tanah, namanya Pak Candra, dulu waktu tanah itu belum ada aktivitas penimbunan, parit yang ada di situ tidak terjadi penyempitan, dak pernah banjir.  Tapi setelah ada aktivitas itu, tanahnya itu jatuh menutupi sungai kecil atau parit di sebelahnya, sehingga terjadilah penyempitan. Akibatnya, jika hujan deras turun, maka dipastikan di sini menjadi banjir, dan warga yang terkena imbasnya,” sebut Kades Martoyo. 

Martoyo juga menjelaskan, saat musyawarah di Balai Desa Pondok Meja dengan pemilik tanah, menghasilkan beberapa kesepakatan. Di antaranya, pemilik tanah bersedia menghibahkan tanahnya untuk pembuatan parit atau pembersihan saluran pembuangan air dengan lebar 1,5 meter. Atas kesepakatan itu, telah dibuatkan berita acaranya. 

 “Setelah berita acara dibuat, kami dari Pemdes menyurati Pemkab dalam hal ini Dinas PUPR Muaro Jambi untuk menurunkan alat berat. Nah setelah pihak PUPR menurunkan alat berat dan melakukan penggalian pembuatan parit, baru separuh jalan, tiba tiba Pak Candra (Pemilik Tanah) ini melakukan penyetopan, dak boleh lagi tanahnya digali dan merasa keberatan,  beliau mengaku dirugikan dengan aktivitas penggalian yang dilakukan oleh pihak PUPR itu. Bahkan informasinya, dia ingin melaporkan saya ke Polda karena telah memberikan ijin kepada Dinas PUPR melakukan aktivitas di tanah dia tanpa izin darinya. Padahal kan dalam rapat dia membolehkan, jadi saya bingung juga,” sebutnya.

“Sekarang ni, kalau dia mau lapor Polda silahkan, berita acaranya ada, saksi masyarakat yang hadir waktu itu juga ada dan ramai warga yang datang waktu itu. Selama ini untuk kepentingan masyarakat banyak, saya akan tetap perjuangkan. Kasian warga saya, setiap kali hujan deras selalu kebanjiran, sampai masuk kedalam rumah, tempat tidurnya basah. Kan kasian,” timpal Kades. 

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Muaro Jambi Yultasmi membenarkan jika pihaknya telah menerima surat permohonan bantuan untuk menurunkan alat berat dari Pemdes Pondok Meja. 

“Suratnya sudah kami terima, bahkan alat berat pun sudah kami turunkan ke lokasi waktu itu, namun sangat disayangkan, baru separuh kerja, tiba tiba kami disetop oleh pemilik tanah. Atas kejadian itu, alat berat sudah kami tarik lagi ke kantor,” Jelasnya. 

Jika ini tidak dilakukan penanganan dengan serius, tidak mustahil jika hujan deras tiba, maka lokasi ini akan selalu dihantui dengan genangan dan banjir dadakan. 

Karenanya ia berharap, masyarakat sekitar, terutama tanahnya yang berada di dekat saluran atau anak sungai, dapat mengizinkan pihak Pemkab untuk melakukan penggalian atau pembersihan, agar air bisa mengalir dengan maksimal, sehingga banjir dadakan bisa segera teratasi. 

“Jika mau diatasi, maka warga yang punya tanah di sekitaran lokasi itu, diharapkan memberikan hibah lokasi, supaya bisa dilakukan penanganan, jika tidak, ya kami tidak bisa melanjutkan penanganan. Resikonya akan selalu banjir jika hujan deras datang,” tandasnya. 

Penulis: Raden Romi
Editor: Rhizki Okfiandi