Jembatan Gantung Dusun Sepunggur Ambruk Total, Aktivitas Warga Lumpuh

Jembatan Gantung Dusun Sepunggur Ambruk Total, Aktivitas Warga Lumpuh
Jembatan gantung di Dusun Sepunggur Kecamatan Bathin II Babeko putus. Aktivitas warga lumpuh.

BRITO.ID, BERITA BUNGO — Jembatan gantung yang menjadi akses vital masyarakat Dusun Sepunggur, Kecamatan Bathin II Babeko, Kabupaten Bungo, dilaporkan roboh total. Peristiwa tersebut terjadi pada Senin malam, 29 Desember 2025, sekitar pukul 23.40 WIB, dan langsung berdampak serius terhadap mobilitas warga setempat.

Berdasarkan laporan resmi yang disampaikan Sekretaris BPBD Kesbangpol Kabupaten Bungo, Marwilisman, S.STP., M.Si., kerusakan jembatan dipicu oleh longsornya tanah di sekitar tiang penyangga utama akibat kondisi cuaca dan curah hujan tinggi.

“Jembatan gantung dengan panjang kurang lebih 170 meter dan lebar sekitar 1,4 meter mengalami ambruk total sehingga tidak dapat difungsikan sama sekali,” ujar Marwilisman.

Akibat kejadian tersebut, aktivitas masyarakat terganggu. Untuk sementara, warga terpaksa menyeberangi sungai menggunakan rakit perahu serta alat seadanya. Kondisi ini dinilai sangat berisiko, terutama bagi anak-anak, lansia, dan warga yang membawa barang kebutuhan sehari-hari.

Selain menghambat aktivitas ekonomi dan sosial, robohnya jembatan juga menimbulkan potensi bahaya lanjutan. Material jembatan, khususnya sling baja, dikhawatirkan dapat menghantam pemukiman warga di sekitar lokasi apabila tidak segera ditangani.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Pemerintah Kabupaten Bungo melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait telah merespons cepat dan menjadwalkan peninjauan langsung ke lokasi pada hari ini. Namun demikian, cuaca yang masih diguyur hujan menjadi kendala tersendiri dalam proses peninjauan maupun penanganan awal di lapangan.

“Pemerintah daerah sudah merespons dan akan turun langsung ke lokasi. Kita berharap cuaca segera membaik agar langkah-langkah penanganan darurat dan solusi jangka panjang bisa segera dilakukan,” tambah Marwilisman.

Masyarakat setempat berharap adanya penanganan cepat dari pemerintah, baik berupa pengamanan lokasi, pembersihan material jembatan, maupun pembangunan jembatan pengganti agar aktivitas warga dapat kembali normal dan aman.

(Ari Widodo)