Jual Obat-obatan Tanpa Izin BPOM 2 Pria Disidang

Jual Obat-obatan Tanpa Izin BPOM 2 Pria Disidang
ILUSTRASI. Penjual obat-obatan tanpa izin BPOM disidang. (istimewa)

BRITO.ID, BERITA JAMBI - Dua pria pemilik toko obat di Kota Jambi terpaksa berurusan dengan hukum setelah menjual obat obatan tanpa izin dari Badan POM Jambi. Untuk membuktikan perkara tersebut, keduanya disidang di Pengadilan Negeri Jambi.

Kedua terdakwa adalah Edi Yanto Kie bin Se Tong, pemilik toko obat di Kelurahan Payo Selincah, Kecamatan Pal Merah, dan Toni bin Alianto, pemilik toko obat di Kelurahan Cempaka Putih, Kecamatan Jelutung Jambi. 

Oleh jaksa Kejari Jambi, Yusmawati yang menangani perkara tersebut, terdakwa dinyatakan dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan farmasi, atau alat kesehatan yang tidak memiliki izin edar. "Hal tersebut sebagaimana dimaksud dalam pasal 106, ayat 1," kata jaksa, Rabu (3/7).

Untuk terdakwa Edi Yanto, dikenakan pasal 197 Undang-undang RI No 36 tahun 2009 tentang kesehatan. Sementara terdakwa Toni, dikenakan pasal 142 UU RI No 18 Tahun 2012 Tentang Pangan. 

"Dalam menjalankan usaha jual beli obatnya tersebut, terdakwa juga menyediakan obat-obat keras daftar G, seperti Dumocycline, Antalgin, Supartera, Kalmicetine. Selain itu petugas BPOM juga mengamankan obat tradisional Pi Kang Shuang sebanyak 1.220 tube dan obat keras lain," katanya.

Dari dakwaan jaksa, para terdakwa sebelumnya telah beberapa kali dilakukan pembinaan terkait penjualan obat obatan tradisional. Namun karena tak mengindahkan, petugas terpaksa mengamankan barang bukti pada November 2018 lalu.

Dalam persidangan yang dipimpin hakim ketua Edy Pramono ini, sekaligus menghadirkan seorang saksi dari BPOM Jambi, untuk dimintai kesaksiannya. (red)

Kontributor: Hendro