Kejati Jambi Warning Penyelenggara Pilkada, Kasi Penkum: Jangan Main-main

Penyelenggaraan Pilkada serentak 2020 segera dimulai. Sejumlah pihak turut menyoroti anggaran, yang jumlahnya tak main-main, yakni mencapai Rp.180 Miliar.

Kejati Jambi Warning Penyelenggara Pilkada, Kasi Penkum: Jangan Main-main
Ilustrasi

BRITO.ID, Berita Jambi - Penyelenggaraan Pilkada serentak 2020 segera dimulai. Sejumlah pihak turut menyoroti anggaran, yang jumlahnya tak main-main, yakni mencapai Rp.180 Miliar.

Salah satu pihak yang turut mengawasi adalah Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi, yang menegaskan turut mengawasi anggaran miliaran tersebut.

Kasi Penkum Kejati Jambi, Lexy Fatharani mengatakan, bahwa untuk mengawasi penggunaan anggaran, kejaksaan biasanya akan dilibatkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). 

"Mengingat hal serupa juga pernah dilakukan pada pilkada sebelumnya. Jadi kita dilibatkan untuk mengawasi," kata Lexy, Selasa (30/6).

"Kalau pun kita tidak dilibatkan, kita pasti tetap lakukan tindakan jika ditemukan adanya pelanggaran dan tindak pidana korupsi," lanjutnya.

Bahkan Kejati tak main-main, jika ditemukan adanya pelanggaran hukum, akan melakukan tindakan tegas, tanpa pandang bulu.

Terkait tindakan preventif yang dilakukan, Lexy menyebut bahwa Kejati Jambi akan melakukan simulasi dari anggaran yang ada, sehingga bisa dilakakukan efesiensi anggaran jika memungkinkan.

"Jika ditemukan ketidakwajaran penggunaan anggaran, maka akan kita ingatkan. Apabila masih tetap dilaksanakan, maka akan menjadi kasus korupsi," pungkasnya.

Penulis: Hendro Sandi
Editor: Rhizki Okfiandi