Kemarau Panjang, Petani Pasang Surut Tanjabbar Menunda Tanam Padi

Kemarau Panjang, Petani Pasang Surut Tanjabbar Menunda Tanam Padi
Kondisi lahan pertanian di Tanjabbar kering kerontang. (Heri/Brito.id)

BRITO.ID BERITA TUNGKAL - Walaupun petani padi di Tanjab Barat sebagian besar petani pasang surut. Namun akibat kemarau panjang, Dinas Pertanian Tanjab Barat menyarankan menunda penanaman padi.

Pasalnya, Musim kemarau yang terjadi sejak pertengahan bulan Juli 2019 lalu, berdampak terhadap penanaman padi baik dari kualitas padi hingga hasil panen yang menurun.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Tanjab Barat H Zainuddin, mengatakan penanaman padi yang semula direncanakan pada bulan Mei, harus ditunda hingga bulan September dan Oktober 2019 mendatang. 

"Khusus petani pasang surut, sudahdi rencana tanam padi dibulan Mei. Tapi karena kodisi seperti sekarang musim kemarau kita sarankan untuk ditunda," terangnya. 

Untuk waktu penanaman padi jelas Zainuddin, mungkin nanti dibulan September dan Oktober baru petani mulai menanam padi.

"Jika dipaksa tanam di bulan mai, maka kita takut para petani merugi, jelas perekonomian petani juga terganggu. Jadi  bagi petani sekali lagi kita sarankan untuk tidak tanam padi," imbuhnya. 

H. Zainuddin juga mengatakan mengisi kekosongan lahan menjelang tanam padi, pihaknya menyarankan sebelum bulan September petani menanam palawija dilahan yang akan digarap.

"Seperti yang saat ini di wilayah Kecamatan Bram Itam ada juga petani yang mengisi lahan mereka dengan tanaman jagung," katanya. 

Disinggung bagaimana dengan ketersediaan bibit, H Zainuddin mengatakan, untuk penyediaan bibit pihaknya akan minta langsung ke pemerintah Pusat, kemudian didistribusikan ke Kelompok Tani. Khususnya lahan pasang surut seperti di wilayah Kecamatan Pengabuan dan Senyerang Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

"Kalau wilayah irigasi seperti di Sri Agung Kecamatan Batang Asam daerah penangkar, biasanya mereka swadaya sendiri untuk bibitnya," jelasnya.

Zainuddin juga menambahkan, jika untuk lahan pertanian di Kabupaten Tanjung Jabung Barat jumlahnya mencapai 9.461 hektar. 

"Sekarang ini yang baru mulai melakukan persiapan itu wilayah Sri Agung untuk musim tanam oktober nanti," pungkasnya.(RED)

Kontributor : Heri Anto