Kepadatan Penumpang di Soetta, Ombudsman: Jadi Larangan Mudik itu Sudahlah Buang ke Laut Saja!

Kepadatan antrean penumpang pesawat terjadi di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (14/5). Dari foto yang diterima kumparan pada pagi hari, tak terlihat adanya physical distancing dalam antrean tersebut.

Kepadatan Penumpang di Soetta, Ombudsman: Jadi Larangan Mudik itu Sudahlah Buang ke Laut Saja!
Antrian di bandara Soekarno-Hatta (ist)

BRITO.ID, BERITA JAKARTA - Kepadatan antrean penumpang pesawat terjadi di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (14/5). Dari foto yang diterima kumparan pada pagi hari, tak terlihat adanya physical distancing dalam antrean tersebut.

Anggota Ombudsman Alvin Lie menilai kondisi itu sangat mengerikan di tengah pandemi virus corona. Ia menilai larangan mudik oleh pemerintah kini seakan tak ada fungsinya karena banyak yang memanfaatkan celah dari setiap aturan yang ada.

"Jadi larangan mudik itu sudahlah, itu buang ke laut saja, abaikan saja, anggap tidak ada. Jumlah penumpang yang keluar hari ini luar biasa, memanfaatkan celah dari Permenhub 25 dan Surat Edaran 4 dari Gugus Tugas, dan Surat Edaran 31/32 dari Dirjen Udara. Itu hanya dagelan saja," ungkap Alvin kepada kumparan, Kamis (14/5).

Ia khawatir kondisi tersebut merupakan awal dari meluasnya penyebaran COVID-19 ke sejumlah daerah. Alvin menilai jika itu terjadi maka harapan Presiden Jokowi curva penyebaran corona turun di Mei akan menjadi harapan hampa.

Kepadatan yang terjadi di Terminal 2 Bandara Soetta, kata Alvin, juga menunjukkan pengelola bandara tidak siap mengantisipasi lonjakan penumpang. Sebab, dalam kepadatan itu protokol kesehatan seakan diabaikan.

"Saya selaku anggota Ombudsman sangat-sangat kecewa terhadap komitmen pemerintah mencegah penyebaran COVID ini, kecewa dengan komitmen penyelenggaran transportasi udara, dan ketidaksiapan pengelola bandara dalam mengatasi situasi ini," ucapnya.

Antrean yang padat dan mengabaikan protokol itu menurutnya terjadi karena tidak ada koordinasi yang baik antara pengelola bandara dan maskapai. Seharusnya pengelola sudah bisa memperkirakan jumlah penumpang dari data yang dimiliki oleh maskapai.

"Mereka (pengelola bandara) punya hak dan bahkan wajib untuk memantau pergerakan pesawat, pergerakan penumpang setiap hari. Nah kalau sampai mereka enggak punya data, itu yang perlu diungkap. Apa kerja mereka selama ini," tegas Alvin.

Ia mengaku Ombudsman telah menyurati Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub dan Angkasa Pura II terkait kondisi yang terjadi di Terminal II Bandara Soetta. Ia berharap ada pengaturan antrean penumpang yang mengedepankan protokol pencegah penyebaran corona

Sumber: Kumparan
Editor: Ari