Kini di Sarolangun Bisa Deteksi Dini Banjir dan Longsor

Kini di Sarolangun Bisa Deteksi Dini Banjir dan Longsor
Kepala Badan Penanggulaan Bencana Daerah (BPBD) Sarolangun Trianto. (Arfandi/brito.id)

BRITO.ID, BERITA SAROLANGUN – Kabupaten Sarolangun sudah memasuki musim penghujan. Tentu saja, hal ini menjadi kekhawatiran masyarakat yang tinggal di bantaran sungai, pasalnya kabupaten tersebut sangat rentan dengan bencana banjir.

Namun beruntung, saat ini wilayah tersebut sudah memiliki alat pendeteksi banjir atau Early Warning Sistem (EWS). Alat ini bantuan dari BNPB pusat yang dipasang tepatnya di Desa Pulau Pandan, Kecamatan Limun, Sarolangun.

Kepala Badan Penanggulaan Bencana Daerah (BPBD) Sarolangun Trianto mengatakan, bantuan itu untuk Kabupaten Sarolangun merupakan satu-satunya daerah Kabupaten/Kota di Provinsi Jambi.

Atas hasil survei pihak UGM bekerjasama dengan BNPB di Desa pulau pandan, Kecamatan Limun. Alat itu dimanfaatkan untuk masyarakat dan memberikan informasi tentang tingginya permukaan air sungai.

“Tahun ini kita dapat bantuan dua unit alat Early Warning Sistem (EWS), yang merupakan alat pendeteksi banjir secara elektronik atau digital, melalui bantuan BNPB Pusat, alat ini sudah dipasang di kecamatan limun tepatnya di pulau pandan,” kata Trianto, Jum’at, (15/11/2019).

Ditambah lagi sebagai rambu pengingat, untuk menunjukkan wilayah yang menjadi titik kerawanan bencana banjir dan longsor.

"Belum lagi rambu rawan wilayah bencana sebanyak 73 rambu juga bantuan pusat.  Dan ini terpasang di desa yang langganan banjir dan longsor," katanya lagi.

Alat tersebut akan berbunyi dengan tiga pemberitahuan, bunyi yang berbeda berdasarkan tahapan serta kondisi permukaan air yang terus meningkat.

Selain itu, BPBD Kabupaten Sarolangun hingga tahun 2019 ini sudah membentuk 24 Desa tangguh bencana, dengan rincian tahun 2019 ini ada 4 desa yang dibentuk, sedangkan tahun sebelumnya sudah ada 20 desa yang terbentuk, yang tersebar di seluruh kecamatan dalam wilayah Kabupaten Sarolangun.

”Tahun ini menambah jumlah desa tangguh bencana yang tersebar di beberapa kecamatan yang rawan bencana banjir, longsor dan kebakaran,”terangnya.

BPBD Kabupaten Sarolangun juga pada tahun 2019 ini mendapatkan bantuan dari BNPB Pusat berupa kendaraan operasional serta beberapa peralatan penting, diantaranya satu unit mobil tangki pemadam, 1 unit Force Water Pump, 1 Fire Hose Zhield Tex 1.5×20 M,1 Nozel Forestry,1 Suction Hose 3 M, 1 Flexibel Tank 3000 Liter.

“Tahun 2020, kita mengusulkan mobil tangki 2 unit lagi, mobil rescue, mobil angkut, embung air kapasitas 5.000 liter. Sebab setiap ada bencana peralatan pendukung sangat penting, contohnya saja waktu karhutla kita cukup keteteran, tapi bersyukur berkat kerjasama lintas sektoral kita bisa selesaikan ini,” pungkasnya. (*)

Reporter : Arfandi S
Editor : Ari W