Kisah Icha, Gadis Mualaf yang Dinikahi Pria Asal Sekernan Muarojambi, dan Harus Dikucilkan Keluarga

Hidayah itu datang padanya kala datangnya bulan suci Ramadan. Bukan keputusan mudah dalam hidupnya, memutuskan untuk menjadi seorang mualaf bagi Desica Maranatha, gadis cantik kelahiran 23 tahun lalu ini.

Kisah Icha, Gadis Mualaf yang Dinikahi Pria Asal Sekernan Muarojambi, dan Harus Dikucilkan Keluarga
Icha dan Suami yang Baru Melangsungkan Pernikahan (ist)

BRITO.ID, BERITA MUAROJAMBI - Hidayah itu datang padanya kala datangnya bulan suci Ramadan. Bukan keputusan mudah dalam hidupnya, memutuskan untuk menjadi seorang mualaf bagi Desica Maranatha, gadis cantik kelahiran 23 tahun lalu ini. 

Lantaran keputusan tersebut, Ia harus dijauhi keluarganya dan tak lagi tinggal bersama keluarga yang sudah membesarkan dirinya sejak kecil. 

Icha, begitu biasanya dia dipanggil sehari-hari. Icha resmi menjadi mualaf dan menjalani prosesi pengislaman dirinya di kantor urusan agama (KUA) Sekernan, sebelum akhirnya menikah dengan Dani, pria pilihannya. 

Lantaran cintanya kepada Dani, Icha akhirnya memutuskan menjadi mualaf dan harus terpisah dengan keluarganya.Orangtua Icha sendiri adalah penganut agama Kristen yang kuat dan fanatik. 

Keputusan Icha ditentang kedua orangtuanya, namun Icha yakin, meski saat ini keputusan tersebut ditentang kedua orangtuanya, namun lambat laun akan berubah. 

Icha dan Dani memutuskan untuk menikah di bulan suci Ramadan 1442 H. Sebuah kejadian yang jarang dilakukan oleh pasangan lain di desa Sekernan. 

Mereka yang dulunya berbeda keyakinan, akhirnya bersatu setelah menjalani proses ijab kabul di KUA Kecamatan Sekernan pada Jum'at (23/4/21) lalu. Prosesinya berlangsung sakral dan penuh haru.

Menurut pasangan ini, mereka sengaja memilih bulan suci Ramadan 1442 Hijriah untuk menikah, karena mereka berharap keberkahan. Mereka yakin, di bulan seribu bulan yang penuh ampunan ini, akan memberikan nilai ibadah tersendiri dan memberikan keberkahan bagi pernikahan pasangan yang sebelumnya berbeda keyakinan ini.

“Alhamdulillah pernikahannya lancar dan Insya Allah berkah, mohon doanya untuk kami berdua,” sebut Ica usai melangsungkan pernikahan.
 
Selain itu Ica mengaku lega dan bahagia karena telah resmi menikah dengan Dani. Dia menyebut, dinikahi oleh Dani dengan mas kawin atau mahar uang tunai sebesar Rp100 ribu. Bukanlah nominal yang besar namun baginya itu sudah lebih dari cukup. Awalnya, mahar yang diminta oleh Icha cukup unik. Ia minta seekor kucing kepada suaminya tersebut sebagai mahar.

“Awalnya mau minta mas kawin atau maharnya seekor kucing, tapi takutnya repot jadi nggak jadi. Selain itukan, sebaik-baiknya wanita dalam Islam adalah yang paling murah/mudah mas kawinnya dan tidak memberatkan calon suaminya,” sebut Icha.

Kini Icha resmi menjadi menjadi mualaf dan juga istri dari Dani. Mereka bakal berupaya membina rumah tangga yang sakinah, mawardah warahmah sesuai tuntunan agama Islam. 

Penulis: Raden Romi
Editor: Rhizki Okfiandi