Korupsi DD Kades Batu Putih, Saksi Ngaku Tak Pernah Tanda Tangan dan Terima Duit

Korupsi DD Kades Batu Putih, Saksi Ngaku Tak Pernah Tanda Tangan dan Terima Duit
Terdakwa hadir dalam sidang dengan saksi dari perangkat Desa di Batu Putih. (Hendri/brito.id)

BRITO.ID, BERITA JAMBI - Terlibat korupsi Dana Desa, Mantan Kepala Desa (Kades) dan Sekretaris Desa (Sekdes) Batu Putih, Kecamatan Pauh, Kabupaten Sarolangun, menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Tipikor Jambi, Kamis (21/11).

Jaksa penuntut umum, menghadirkan sebanyak 6 orang saksi, yang merupakan masyarakat dan perangkat desa tersebut. Dihadapan hakim yang dipimpin Hakim Yandri Roni, para saksi mengungkapkan adanya perbuatan melawan hukum, yang dilakukan para terdakwa, yakni Karyon mantan Kades dan Ujang Juhana mantan Sekdes.

Salah satu saksi yang merupakan Ketua RT mengaku, mendapat tunjangan sebagai RT dimasa kepemimpinan terdakwa sebagai kades, hanya sebanyak Rp100 ribu selama sebulan.

"Saudara sebagai RT di SK kan?" tanya Jaksa.

Namun saksi mengaku tidak pernah melihat SK dirinya sebagai RT. "Tidak pernah lihat sama sekali pak," ujarnya.

Selain itu para saksi lainnya pun kompak mengaku tak pernah menerima uang dari kades selama menjadi perangkat desa. "Saksi pernah menerima uang senilai Rp. 2,4 juta dari kades sebagai kadus?" tanya Jaksa.

Saksi pun mengaku sama sekali tidak pernah menerima uang, seperti barang bukti kwitansi yang ditunjukan jaksa. "Selama saya menjadi kepala dusun, saya tidak pernah menerima gaji," ujar saksi Yurnalis.

Bahkan, beberapa barang bukti lembaran tanda tangan pembayaran yang ditunjukan jaksa, juga dibantah oleh para saksi, yang dianggap adanya pemalsuan tanda tangan yang dilakukan terdakwa.

Dalam kasus ini, para terdakwa melakukan mark up, dan pemalsuan tanda tangan, yang mengakibatkan negara mengalami kerugian sebesar Rp114.826.000.

Kontributor : Hendro
Editor : Ari