Kuota FLPP Dibatasi Pusat, Pertumbuhan Perumahan di Muarojambi Menurun

Kuota FLPP Dibatasi Pusat, Pertumbuhan Perumahan di Muarojambi Menurun
Kepala Dinas Perkim Muarojambi, Riduwan. (Romi/brito.id)

BRITO.ID, BERITA MUAROJAMBI - Pertumbuhan pembangunan kawasan perumahan di wilayah Muaro Jambi pada tahun ini mengalami penurunan dibanding tahun-tahun sebelumnya. 

Penurunan itu terlihat dari jumlah rumah yang dibangun develepor hingga awal November. Angkanya sangat jauh menurun apabila dibandingkan dengan jumlah rumah yang dibangun tahun sebelumnya. 

"Tahun ini menurun drastis, sangat jauh berbeda dengan tahun sebelumnya," kata Kepala Dinas Perkim Muarojambi, Riduwan, saat dikonfirmasi, Rabu (6/11/19).

Riduwan mengatakan, pada 2017 lalu ada sekitar 2.618 unit rumah yang dibangun oleh 28 Develover. Angka itu kemudian meningkat drastis pada 2018. Sebanyak 42 developer berhasil membangun sebanyak 6.457 unit rumah di Muarojambi. 

"Pada 2019 ini terjadi penurunan. Jumlah rumah yang dibangun hanya 2.304 unit rumah. Rumah itu dibangun oleh 23 develover," ujarnya. 

Menurut Riduwan, terjadinya penurunan pembangunan perumahan di Muarojambi tidak lepas dari adanya kebijakan pemerintah pusat yang membatasi kuota Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). 

Pembatasan anggaran untuk rumah subsidi tersebut telah membuat para develepor dan calon pembeli was-was sehingga berdampak menurunnya pertumbungan perumahan. 

"Anggaran rumah subsidi itu sangat penting baik bagi developer maupun calon pembeli. Itu merupakan sebuah jaminan bagi mereka," ujarnya. 

Meski terjadi penurunan pembangunan perumahan, PAD Muarojambi dari sektor IMB sejauh ini tidak mengalami kendala. Realisasi PAD Muarojambi dari IMB telah terpenuhi dan masih akan bertambah karena tahun ini masih tersisa dua bulan. 

"IMB itu tidak hanya dari pendirian perumahan dari developer saja, namun ada juga dari pendirian Gudang, Bangunan ruko dan bangunan lain," ujar Riduwan. (RED)

Reporter : Romi