Lahan di Kasangpudak Muarojambi Terbakar, Segini Luasnya

Kebakaran hutan dan lahan masih saja terjadi di Kabupaten Muarojambi. Setelah sebelumnya di Jalan Ness Kecamatan Jambi Luar Kota, hari ini Karhutla kembali terjadi di Muarojambi.

Lahan di Kasangpudak Muarojambi Terbakar, Segini Luasnya
Kebakaran Lahan yang Terjadi di Kasangpudak Muarojambi (ist)

BRITO.ID, BERITA MUAROJAMBI - Kebakaran hutan dan lahan masih saja terjadi di Kabupaten Muarojambi. Setelah sebelumnya di Jalan Ness Kecamatan Jambi Luar Kota, hari ini Karhutla kembali terjadi di Muarojambi. 

Titik api terpantau berada di Desa Kasangpudak Kecamatan Kumpeh Ulu Muarojambi. Di Kasangpudak, tepatnya di RT 25 Lorong Gotong Royong, lahan kosong milik warga kembali terbakar.

"Iya, hari ini kembali terjadi Karhutla. Di Kasangpudak Kecamatan Kumpeh Ulu," kata Plt Kepala Pelaksana BPBD Muarojambi Firdaus Sabtu (6/3/21).

Firdaus menyebut kebakaran tersebut terjadi pagi tadi sekitar Pukul 07.00 WIB. Petugas gabungan yang terdiri dari TNI Polri, BPBD dan masyarakat peduli api (MPA) langsung menuju ke lokasi untuk melakukan pemadaman. 

"Ada 23 personel yang turut memadamkan api. 6 dari TNI, Polri 4 orang, BPBD 8 orang dan MPA 5 orang. Alhamdulillah api berhasil dipadamkan," kata Firdaus.

Kebakaran yang terjadi pada Coordinat : Bujur ; S, Lintang : -1°35'22,478", Bujur : 103°39'14,553" berhasil dipadamkan. Petugas saat ini masih di lapangan untuk melakukan pendinginan agar titik api tak kembali muncul, mengingat lokasi lahan yang terbakar merupakan lahan gambut.

"Api berhasil dipadamkan sekitar jam 3 tadi. Saat ini tinggal titik asap, namun masih dilakukan upaya pendinginan untuk menghindari timbul kembali titik api. Karena ini kan lahannya berkontur gambut bukan tanah mineral," kata Firdaus.

Lahan yang terbakar di Kasangpudak cukup luas. Beruntung api cepat berhasil dipadamkan sehingga potensi kebakaran lebih luas bisa diminimalisir.

"Kalau luas lahan yang terbakar sekitar 80 tumbuk. Untuk penyebab kita masih belum tahu, apakah ada faktor kesengajaan atau tidak," pungkas Firdaus.

Penulis: Raden Romi
Editor: Rhizki Okfiandi