Larangan Kantong Belanja Plastik Diberlakukan, Pengawas Kurang?

Larangan Kantong Belanja Plastik Diberlakukan, Pengawas Kurang?
Walikota Jambi Sy Fasha (dewi/brito.id)

BRITO.ID, BERITA JAMBI - Mulai 1 Juli 2019, pengggunaan kantong belanja plastik sudah dilarang untuk digunakan oleh ritel modern, Swalayan dan Mall di Kota Jambi. Sanksi tegas akan diterapkan jika masih ada yang melanggar.

 

Pemkot Jambi akan membuat kantong belanja ramah lingkungan sebanyak-banyaknya, yang akan diberikan gratis kepada masyarakat Kota Jambi. "Kini lagi koordinasi dengan pelaku usaha yang ada di Kota Jambi, karena hal itu diambil dari dana CSR," ungkap Walikota Jambi Sy Fasha, Selasa (2/7).

 

Walikota Jambi Syarif Fasha mengatakan, bahwa sosialisasi peraturan Walikota Jambi terkait larangan penggunan kantong plastik oleh pelaku usaha ritel modern, sudah dilakukan sejak 6 bulan lalu.

 

"Kalau sosialiasi pelarangan sudah sejak 2017. Tapi sosialisasi Perwal sudah dari 6 bulan lalu," kata Fasha.  Walikota mengatakan , saat ini pihaknya berharap komitmen dari pelaku usaha untuk tidak lagi menggunakan kantong belanja plastik. "Boleh menggunakan kantong belanja ramah lingkungan," imbuhnya.

 

Untuk pengawasan, pihaknya juga memohon maaf, karena keterbatasan petugas di Dinas Lingkungan Hidup Kota Jambi, tentu tidak mampu mengawasi seluruh ritel, swalayan dan mall yang ada di Kota Jambi. "Tidak mungkin semuanya bisa terawasi. Jadi kami minta kesadaran pelaku usaha, ritel dan swalayan," katanya.

 

Bahkan Fasha mengungkapkan, dirinya juga pernah diprotes warga terkait kantong belanja plastik di ritel modern yang berbayar. Padahal pemerintah sudah melarang kantong belanja plastik.

 

"Sebenarnya itu supaya konsumen bisa sadar dan membawa kantong sendiri dari rumah," katanya. Sementara Sutiono, anggota komisi II DPRD Kota Jambi menanggapi hal tersebut, harusnya tidak hanya kantong belanja plastik yang dilarang. Masih banyak plastik sejenesinya yang harus dipikirkan.

 

"Seperti yang lain masih banyak, harus ada keadilan. Kalau hanya diberlakukan untuk swalayan dan mall, yang lain seperti apa tindak lanjutnya, jangan ada unsur tebang pilih. Contoh pelaku usaha lain yang masih banyak menggunakan plastik, seperti tempat loundry, wadah gula, minyak," bebernya.

 

Ini harus duduk bersama dulu, korelasinya seperti apa dan harus dibuat seperti apa. "Jangan Perwal itu intinya hanya kantong plastik saja," pungkasnya. (RED)

 

Reporter : Dewi Anita