Mantan Ketua Pokja ULP UIN Sultan Thaha Jambi Resmi Ditahan

Kejaksaan Negeri Muarojambi kemarin resmi menahan Imron Rosadi. Ia ditahan atas dugaan tindak pidana korupsi pada kasus Pembangunan Auditorium Universitas Islam Negeri Sultan Thaha Saifudin Jambi. 

Mantan Ketua Pokja ULP UIN Sultan Thaha Jambi Resmi Ditahan
Imron Rosadi yang Resmi Menjalani Penahanan oleh Kejari Muarojambi (ist)

BRITO. ID, BERITA MUAROJAMBI - Kejaksaan Negeri Muarojambi kemarin resmi menahan Imron Rosadi. Ia ditahan atas dugaan tindak pidana korupsi pada kasus Pembangunan Auditorium Universitas Islam Negeri Sultan Thaha Saifudin Jambi. 

“Pada hari ini penuntut umum di Kejari Muarojambi menerima limpahan berkas tersangka dan barang bukti atas nama Imron Rosadi. Ini adalah hasil dari pengembangan kasus sebelumnya. Tersangka diduga melakukan perbuatan melawan hukum saat proses pra lelang sampai dengan penetapan pemenang lelang,” kata Kajari Muarojambi Kamin SH MH Jum'at (08/10/21). 

Tersangka Imron Rosadi saat itu merupakan Ketua Pokja ULP UIN STS Jambi. “Tersangka saat itu sebagai Ketua Pokja, perannya adalah memenangkan salah satu perusahan yang ikut tender. Perusahaan yang dimenangkannya itu tidak melaksanakan pembangunan sesuai aturan yang berlaku, sehingga negara dirugikan sekitar Rp12 milyar lebih,” kata Kajari. 

Usai melakukan pemeriksaan, tersangka Imron Rosadi yang mengenakan rompi tahanan kejaksaan digiring ke dalam kendaraan dan dibawa ke LP Jambi.

“Tersangka Imron Rosadi dilakukan penahanan selama 20 hari ke depan guna proses lebih lanjut,” tutupnya.

Sementara itu kuasa hukum Imron Rosadi, Hasudungan Gultom saat diwawancarai awak media mengatakan, atas kasus itu kliennya telah mengakui menerima uang sebesar Rp100 juta, sebagai imbalan atas jasanya memenangkan PT Lambok Ulina, namun uang tersebut telah dikembalikannya.

“Klien saya mengakui mendapat hadiah dari tersangka, namun uang itu sudah dikembalikannya,” kata Hasudungan Gultom.

Tersangka Imron dikenakan pasal 2 dan 3 Undang-undang Tipikor dengan ancaman hukuman penjara paling singkat 4 tahun penjara dan paling lama 20 tahun penjara.

Penulis: Raden Romi
Editor: Rhizki Okfiandi