Niat Hati Menghadiri Undangan Keluarga, Gadis Asal Tanjab Timur Diperkosa Berkali-kali Oleh Pemuda Muarojambi

Jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Kumpeh berhasil mengamankan pelaku persetubuhan anak di bawah umur.

Niat Hati Menghadiri Undangan Keluarga, Gadis Asal Tanjab Timur Diperkosa Berkali-kali Oleh Pemuda Muarojambi
Pelaku yang Diamankan Polisi (ist)

BRITO.ID, BERITA MUAROJAMBI - Jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Kumpeh berhasil mengamankan pelaku persetubuhan anak di bawah umur. 

Pelaku diketahui berinisial RIS (19) warga salah satu desa di Kecamatan Kumpeh. Sedangkan korbannya sebut saja Bunga yang masih berusia 17 tahun dan masih duduk di bangku sekolah SMA. 

"Iya benar, Kapolsek Kumpeh AKP Sukawi dan anggota berhasil mengamankan pelaku persetubuhan anak di bawah umur. Pelaku ditangkap tadi pagi sekitar pukul 09.00 WIB," kata Kasubbag Humas Polres Muarojambi AKP Amradi.

Diceritakan Amradi, korban merupakan warga Kecamatan Dendang Kabupaten  Tanjungjabung Timur. Korban datang ke salah satu desa dalam wilayah hukum Kecamatan Kumpeh pada tanggal 01 Maret 2021. Korban datang ke desa tersebut dengan tujuan untuk menghadiri resepsi pernikahan keluarganya yang rencana bakal dilaksanakan pada Minggu 7 Maret 2021. 

"Keesokan harinya, tepatnya Selasa (02/3/21), korban berkenalan dengan pelaku," kata Amradi.

Selanjutnya, pada selasa malam sekitar pukul 20.00 WIB, korban diajak pelaku untuk membeli makanan di seberang desa. Untuk menyebrang harus menggunakan pompong di dermaga penyeberangan atau bisa disebut pelayangan. Korban pun diajak ke tempat penyeberangan. 

"Sampai di tempat penyeberangan, pompong sudah tidak ada lagi. Korban selanjutnya diajak pulang oleh pelaku," kata Amradi.

Di tengah perjalanan, korban malah dibawa ke semak-semak oleh pelaku dan di semak-semak tersebut korban dibekap mulut dan hidungnya oleh pelaku.

"Korban dibekap dan diancam oleh pelaku. Selanjutnya pelaku memaksa untuk menggagahi korban," kata Amradi.

Usai melepaskan hasratnya, korban yang masih dalam keadaan tak berbusana dipotret oleh pelaku. Selanjutnya, hasil jepretan tersebut digunakan untuk mengancam pelaku agar tak menceritakan kejadian tersebut. 

Keesokan harinya, korban diminta untuk datang ke rumah pelaku dengan alasan untuk menghapus poto-poto korban. Namun, bukannya menghapus Poto, korban justru kembali digagahi oleh pelaku dengan diancam bahwa poto-poto korban akan disebar ke medsos. Kejadian tersebut terus berulang.

"Karena tak tahan akhirnya korban melapor. Berbekal laporan tersebut, pelaku akhirnya diamankan dan saat ini sudah ditahan di Mapolres Muarojambi," kata Amradi. 

Penulis: Raden Romi
Editor: Rhizki Okfiandi