Otoniel, Bos Gembong Narkoba Terbesar dan Paling Dicari di Kolumbia Akhirnya Ditangkap

Seorang pimpinan gembong narkoba yang paling dicari di Kolombia berhasil ditangkap. Dairo Antonio Usuga atau yang dikenal dengan Otoniel ditangkap setelah bertahun-tahun kabur dari proses hukum yang menjeratnya. Otoniel diketahui memimpin geng penyelundupan narkoba terbesar di Kolombia, yang dikenal dengan sebutan Klan Teluk. Otoniel ditangkap di dekat salah satu markasnya daerah Necocli, Kolombia, dekat perbatasan dengan Panama.

Otoniel, Bos Gembong Narkoba Terbesar dan Paling Dicari di Kolumbia Akhirnya Ditangkap
Gembong narkoba, Dairo Antonio Usuga (tengah) ditangkap oleh polisi Kolombia ( Foto: Colombian presidential press office via AP)

BRITO.ID, BERITA JAKARTA - Seorang pimpinan gembong narkoba yang paling dicari di Kolombia berhasil ditangkap. Dairo Antonio Usuga atau yang dikenal dengan Otoniel ditangkap setelah bertahun-tahun kabur dari proses hukum yang menjeratnya.

Otoniel diketahui memimpin geng penyelundupan narkoba terbesar di Kolombia, yang dikenal dengan sebutan Klan Teluk. Otoniel ditangkap di dekat salah satu markasnya daerah Necocli, Kolombia, dekat perbatasan dengan Panama.

Gambar-gambar yang dirilis pemerintah Kolombia menunjukkan kondisi Otoniel yang diborgol dan dikelilingi oleh tentara saat penangkapan terjadi.

"Ini adalah pukulan telak bagi perdagangan narkoba di negara kita pada abad ini," kata Presiden Kolombia, Ivan Duque dalam sebuah pesan seperti dilansir AFP, Minggu (24/10/2021).

Ivan Duque menambahkan bahwa penangkapan itu "sebanding dengan jatuhnya Pablo Escobar," gembong penyelundupan narkoba Kolombia yang terkenal.

Untuk menangkap buronan berusia 50 tahun itu, dikerahkan sekitar 500 tentara yang didukung oleh 22 helikopter di Necocli. Dalam operasi penangkapan tersebut, 1 petugas kepolisian Kolombia tewas.

Kepala polisi Kolombia Jorge Vargas mengatakan selama konferensi pers bahwa pihak berwenang melakukan "operasi satelit penting dengan badan-badan Amerika Serikat dan Inggris."

Menurut polisi, Otoniel bersembunyi di hutan di wilayah Uraba, tempat asalnya, dan tidak menggunakan telepon hingga mengandalkan kurir untuk berkomunikasi.

"Takut pada pihak berwenang, dia tidur di sana di tengah hujan, tidak pernah mendekati daerah berpenghuni," ungkap Vargas.

Otoniel mengambil alih kepemimpinan Klan Teluk - sebelumnya dikenal sebagai KlanUsuga - dari saudaranya Juan deDios, yang dibunuh oleh polisi pada tahun 2012.

Menurut lembaga independen Indepaz, Klan Teluk berada di hampir 300 kota di Kolombia.

Pemerintah Kolombia menyalahkan Klan Teluk -- yang bertanggungjawab atas perdagangan narkoba, penambangan ilegal, dan pemerasan -- karena menjadi salah satu pendorong utama kekerasan nasional terburuk sejak penandatanganan pakta perdamaian dengan gerilyawan FARC pada 2016.

Amerika Serikat bahkan telah menawarkan hadiah senilai $ 5 juta dollar untuk informasi yang mengarah pada penangkapan Otoniel, yang merupakan salah satu pria paling ditakuti di Kolombia.

Pada 2017, Otoniel bersedia untuk berunding dengan pemerintah Kolombia. Namun kesediaan Otoniel ditanggapi pemerintah dengan mengirimkan 1.000 tentara untuk memburunya.

Seperti diketahui, Kolombia terkenal sebagai penyedia kokain terbesar di dunia, dengan Amerika Serikat sebagai pasar utamanya. Meski begitu, selama 50 tahun lamanya Kolombia tengah berusaha menekan perdagangan narkoba.

Di daerah-daerah terpencil di mana hanya ada sedikit kehadiran pemerintah, kelompok-kelompok kriminal seperti Klan Teluk, gerilyawan pembangkang FARC, dan pemberontak ELN saling bertempur untuk mengendalikan jalur perdagangan narkoba dan operasi penambangan ilegal di Kolombia.

Sumber: AFP

Editor: Ari