Panik Lihat Pengguna Ramai Bubar dan Pindah Aplikasi Saingan, WhatsApp Tunda Pembaruan Privasi

WhatsApp memutuskan menunda pembaruan privasi untuk meningkatkan transaksi bisnis. Hal ini buntut dari kekhawatiran pengguna karena kebijakan privasi berbagi data dengan Facebook.

Panik Lihat Pengguna Ramai Bubar dan Pindah Aplikasi Saingan, WhatsApp Tunda Pembaruan Privasi
WhatsApp. (Ist)

BRITO.ID, BERITA JAKARTA - WhatsApp memutuskan menunda pembaruan privasi untuk meningkatkan transaksi bisnis. Hal ini buntut dari kekhawatiran pengguna karena kebijakan privasi berbagi data dengan Facebook.

Awalnya, WhatsApp berencana menerapkan pembaruan itu pada 8 Februari 2021 dan pengguna yang tidak setuju tidak bisa lagi menggunakan WhatsApp.

"Kami akan memundurkan jadwal dan akan meninjau terlebih dahulu tanggapan para pengguna," jelas WhatsApp dilansir dari AFP, Sabtu (16/1/2021).

Penundaan ini tampaknya merupakan bentuk kecemasan WhatsApp karena banyak pengguna yang beralih ke aplikasi saingan seperti Telegram dan Signal.

Dilansir Reuters, WhatsApp akan menunda peluncuran kebijakan baru hingga Mei 2021. WhatsApp akan meminta pendapat dari berbagai kalangan dulu sebelum menerapkan kebijakan ini.

Di lain pihak, Telegram mengumumkan bahwa aplikasinya telah diunduh sebanyak 25 juta pengguna baru dalam 72 jam terakhir & diprediksi akan terus bertambah. Hal ini dikarenakan dampak kebijakan baru Whatsapp.

Sementara itu, Brian Acton yang merupakan Executive Chairman, harta kekayaannya meningkat akibat banyak orang yang memakai Signal.

Brian Acton adalah salah satu pendiri dari WhatsApp selain Jan Koum yang juga sempat bekerja dengan Facebook ketika WhatsApp dibeli pada tahun 2014 lalu. Namun setelah tiga tahun, Brian Acton memutuskan untuk hengkang.

Alasan Acton keluar dari perusahaan yang ia bentuk sendiri adalah karena ia kecewa dengan Facebook yang rela mengorbankan privasi pengguna hanya untuk mendapatkan untung. Dirinya terpaksa menjual WhatsApp kepada Facebook untuk membuat para pegawainya lebih makmur.

Sumber: Indozone.ID
Editor: Ari