Pemkab Tanjab Barat Resmi Tunda Pengadaan Barang dan Jasa 2020, Ini Penjelasannya

Sebagai upaya pencegahan dan penanggulangan wabah Virus Covid 19 di Tanjab Barat, pemerintah Daerah bakal menghentikan proses pengadaan Barang/Jasa Tahun anggaran 2020.

Pemkab Tanjab Barat Resmi Tunda Pengadaan Barang dan Jasa 2020, Ini Penjelasannya
Bupati Tanjab Barat Safrial Usman (ist)

BRITO.ID BERITA TANJAB BARAT - Sebagai upaya pencegahan dan penanggulangan wabah Virus Covid 19 di Tanjab Barat, pemerintah Daerah bakal menghentikan proses pengadaan Barang/Jasa Tahun anggaran 2020.

Pembatalan Pengadaan Barang Dan Jasa Berdasarkan peraturan pemerintah pengganti  UU penganti no 1 Tahun 2020 tentang kebijakan keuangan negara dan stabilitas sistem keuangan untuk penanganan pendemi Covid 19. 

Peraturan presiden RI no 54 tahun 2020, instruksi presiden no 4 Tahun 2020, keputusan mentri dalam negri dan mentri keuangan tentang percepatan penyesuaian anggaran penanganan Covid 19 juga menjadi dasar pembatalan. 

Dalam surat penting No 050/769/PBJ yang ditandatangani oleh Sekda Tanjab Barat Agus Sanusi tertanggal 14 April 2020 ditujukan kepada Seluruh kepala OPD, kepala Bagian Setda Tanjab Barat dan Para Camat se Tanjab Barat membahas pembatalan tersebut.   

Dalam surat tersebut juga menyebutkan, Pembatalan itu merupakan aksi cepat Pemkab dalam penanganan dan penanggulangan Wabah Covid 19 di wilayah Tanjab Barat. 

Dalam poin A, setiap organisasi pemerintahan di minta menghentikan atau menunda melaksanakan proses pengadaan Barang dan Jasa untuk bidang/jenis/sub. 

B. Penghentian proses pengadaan Barang/jasa sesuai tanggal surat yang sudah di Tetapkan. Dan poin C. Kepala OPD, Bidang dan Camat Untuk segera mengambil langkah langkah dalam proses  penghentian pengadaan Barang dan Jasa. 

Beberapa waktu laku, Sekda Tanjab barat Agus Sanusi mengatakan, pemkab Tanjab Barat mengaku bakal menyiapkan Anggaran sebesar Rp 5,8 Milnyar untuk penanganan dan penanggulangan Covid 19 di Tanjab Barat. 

"Untuk Covid 19, pemkab Tanjab Barat  menyediakan angaran 5'8 milyar," katanya. 

Penulis: Heri Anto

Editor: Rhizki Okfiandi