Pendapatan Pajak Kota Jambi Terus Naik, BPPRD: Terobosan Kami Salah Satunya Pengurangan Pajak

Pendapatan Pajak Kota Jambi Terus Naik, BPPRD: Terobosan Kami Salah Satunya Pengurangan Pajak
Petugas melakukan pungutan pajak daerah. (Dewi/brito.id)

BRITO.ID, BERITA JAMBI - Beberapa tahun belakangan ini realisasi pajak daerah Kota Jambi mengalami peningkatan. Realisasi pajak sejak tahun 2013 senilai Rp91 Miliar. Kemudian pada 2014 naik menjadi Rp128 Miliar.

Pada 2015 naik menjadi Rp147 Miliar dan naik kembali Rp158 Miliar pada tahun 2016. Selanjutnya naik pula Rp201 Miliar pada 2017 dan naik menjadi Rp215 Miliar pada tahun 2018.

Peningkatan realisasi pajak daerah ini berbagai upaya Pemkot Jambi agar sumber pembiayaan yang mengandalkan anggaran dari pusat seperti dana hibah, dana alokasi khusus (DAK), atau dana alokasi umum (DAU) bisa seimbang dengan pendapatan asli daerah (PAD).

Kepala BPPRD Kota Jambi Subhi mengatakan peningkatan pajak daerah diharapkan pengelolaan keuangannya harus dengan baik. Selain itu sosialisasi tentang fungsi pajak dan peranan pajak selalu dilakukan.

Kendati terus meningkat BPPRD melakukan berbagai terobosan dan kemudahan untuk pelayanan.

“Kita akan merumuskan beberapa bentuk konsep tentang insentif pajak. Contohnya purnawirawan akan kita berikan insentif. Tapi bukan uang, melainkan berbentuk pengurangan pajak atau penghapusan pajak,” terang Subhi, Rabu (4/12).

Sejauh ini, pihaknya telah dibantu KPK untuk mendorong melalu data transaksi di Bank Jambi. “Kita juga melakukan house to house pelayanan data dengan Bank Jambi, BPN, dan kedepannya dengan Kantor Pelayanan Pajak," tambah Subhi.

Sementara itu, Wali Kota Jambi Syarif Fasha mengatakan beberapa pajak yang menjadi kewenangan daerah terus digenjot BPPRD.

"Tapi kami tidak menaikkan objek-objek dan nilai pajak itu. Mengoptimalisasi salah satunya dengan cara mengimbau mengawasi, mengevaluasi wajib pajak maupun pemungut pajak,” pungkasnya.

Penulis: Dewi Anita
Editor: Ari