Penerima BLT di Muarojambi Direvisi Ulang

Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Desa untuk bantuan Covid-19 di Muarojambi tahap pertama I sudah rampung disalurkan. Pemerintah Desa pun diminta untuk segera menyalurkan BLT DD tahap II, dengan estimasi bantuan untuk bulan Juli, Agustus dan September.

Penerima BLT di Muarojambi Direvisi Ulang
Kepala DPMD Muarojambi Raden Najmi (ist)

BRITO.ID, BERITA MUAROJAMBI - Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Desa untuk bantuan Covid-19 di Muarojambi tahap pertama I sudah rampung disalurkan. Pemerintah Desa pun diminta untuk segera menyalurkan BLT DD tahap II, dengan estimasi bantuan untuk bulan Juli, Agustus dan September.

"Berdasarkan perintah Mendagri dilanjutkan untuk BLT tahap II. Untuk bantuan tahap II ini kami minta kepada seluruh desa untuk melakukan verifikasi ulang," kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Muarojambi Drs Rd. Najmi Selasa (15/9/20).

Kata Najmi, verifikasi ulang ini dilakukan agar pemberian BLT tahap II ini benar-benar menyasar penerima yang benar-benar layak. 

"Jadi kemarin yang (menerima dengan termasuk dalam) kategori terdampak itu kita keluarkan. Jadi yang menerima itu betul-betul yang miskin. Sasaran diperbaiki dan jumlah juga berubah dari yang sebelumnya," kata Najmi.

Jadi, lanjut Najmi, yang menerima BLT lanjutan ini adalah benar-benar orang yang tidak mampu. Janda-janda tua, masyarakat kategori miskin dan tentunya tetap di luar dari daftar penerima bantuan lain seperti PKH dan BPNT. 

"PKH dan BPNT tetap tidak menerima, ini kita perbaiki tentu di luar kategori terdampak. Tak ada lagi kriteria terdampak tersebut. Jumlahnya juga berkurang dari Rp600 ribu menjadi Rp300 ribu," paparnya.

Untuk Kabupaten Muarojambi sendiri, BLT DD tahap II ini sudah tersalurkan hingga bulan Agustus. 

"Tinggal September lagi yang belum," kata dia.

Selanjutnya, untuk bantuan tahap III yakni bulan Oktober hingga Desember, tergantung kepada ketersediaan anggaran yang ada.

"Informasinya sampai bulan Desember namun tergantung kepada anggaran. Kami sedang mendata itu, yang jelas dari 150 desa, 10 desa untuk tahap kedua, 3 desa hanya bisa sampai bulan Juli dan 7 desa yang bisa menyalurkan sampai Juli Agustus, untuk September tidak bisa lagi karena anggaran sudah tidak ada," kata dia.

Namun berdasarkan informasi yang didapat dari Kementerian Desa dan PDT yang anggaran tidak tercukupi ini akan diusulkan supaya ada penambahan dari pemerintah pusat.

"Kami upayakan untuk diusulkan agar mendapat penambahan dari pusat. (Untuk sementara) ini yang belum clear," pungkasnya.

Penulis: Raden Romi

Editor: Rhizki Okfiandi