Pengemudi dan Motif Mobil Berpelat RI 1 yang Terobos Pintu Mabes Polri Terungkap

Inilah sosok pengemudi mobil berpelat RI 1 yang nekat menerobos pintu Mabes Polri pada Rabu (25/11/2020). 

Pengemudi dan Motif Mobil Berpelat RI 1 yang Terobos Pintu Mabes Polri Terungkap
Mobil yang menerobos masuk pintu (ist)

BRITO.ID, BERITA VIRAL - Inilah sosok pengemudi mobil berpelat RI 1 yang nekat menerobos pintu Mabes Polri pada Rabu (25/11/2020). 

Aksi pengemudi mobil Mitsubisi Pajero berpelat RI 1 ini berhasil dicegat provost, dan pengemudinya langsung diamankan jajaran Ditlantas di  Polda Metro Jaya.

Kasat Patwal Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kompol Argo Wiyono mengatakan kendaraan berplat palsu tersebut awalnya berniat masuk ke Mabes Polri namun dicegat oleh personel piket Provost lantaran curiga terhadap plat nomor kendaraan tersebut.

Temuan tersebut selanjutnya dilimpahkan ke Satlantas Jakarta Selatan yang selanjutnya diserahkan ke Satpamwal Polda Metro Jaya.

Argo Wiyono mengungkapkan, pengemudi mobil berplat RI 1 palsu itu berinisial M , warga Tanah Sareal, Kota Bogor, Jawa Barat.

Saat ini pengemudi maupun kendaraannya diamankan di Kantor Subdit Gakkum Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan terkait motif aksinya tersebut.

"Saat ini pengemudi maupun pemilik kendaraan sedang dilakukan pendalaman di Subdit Gakkum Polda Metro Jaya untuk mengetahui modus operandinya," kata Argo.

Sedangkan untuk kendaraan tersebut sementara diamankan di Kantor Subdit Gakkum Polda Metro Jaya karena menggunakan identitas palsu.

Protes pemerintahan Jokowi

Motif pengemudi mobil berpelat RI 1 palsu menerobos pintu Mabes Polri adalah sebagai bentuk protes kepada pemerintah.

"Informasi awal bahwa tujuan pemilik memaksa masuk ke Mabes Polri adalah untuk menyampaikan aspirasi mengatasnamakan Ormas Kumpulan Penghimpun Organ Rakyat Indonesia (KPORI ) yang menyatakan ketidakpuasan atas kinerja pemerintah​​​​​," kata Kasat Patwal Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kompol Argo Wiyono saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.

Argo menjelaskan tindakan tersebut dapat dijerat dengan Pasal 280 jo Pasal 68 ayat (1) UU 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan perihal penggunaan TNKB yang tidak sah atau sesuai peruntukannya dengan ancaman berupa denda sebesar Rp500.000 rupiah.

Menurut Argo, dari keterangan pemilik kendaraan, pelat palsu RI 1 dipasang di kendaraan baru kali ini saja.

"Pengakuannya pelat nomor palsu itu baru dipasang saat hendak masuk ke Mabes Polri, untuk menyuarakan aspirasi mereka," beber Argo.

5 Warna Pelat Nomor Kendaraan Bermotor di Indonesia

Pelat nomor kendaraan atau Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) memiliki fungsi krusial sebagai petunjuk dan identifikasi kendaraan.

Berdasarkan peruntukannya, ternyata pelat nomor memiliki fungsi berbeda-beda.

Sebagaimana tertulis di Undang-undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan pasal 47 ayat 3, kendaraan bermotor dikelompokkan atas kendaraan perseorangan dan kendaraan umum.

Lebih detail, pada aturan Perkapolri 5/2012 disebutkan setidaknya ada lima warna pelat nomor kendaraan.

1. TNKB perseorangan memiliki dasar hitam dengan tulisan putih.

Namun pada beberapa kasus, kendaraan berpelat ini bisa digunakan sebagai sewa.

2. TNKB berwarna kuning dengan tulisan hitam, digunakan khusus untuk kendaraan umum.

3. TNKB berwarna dasar merah dengan tulisan putih, menandakan bahwa kendaraan tersebut adalah angkutan dinas pemerintah.

4. TNKB berwarna dasar putih dengan tulisan biru diperuntukkan bagi kendaraan korps diplomatik negara asing.

Biasanya, kendaraan seperti ini berada di wilayah kedutaan.

5. Terakhir, pelat nomor berwarna dasar hijau, tulisan hitam ialah untuk kendaraan di kawasan perdagangan bebas (free trade zone) yang mendapatkan fasilitas pembebasan bea masuk.

Namun, berdasarkan amanat Peraturan Menteri Keuangan, kendaraan jenis ini tidak boleh dioperasionalkan atau dimutasikan ke wilayah Indonesia lainnya.

"Bagi pengguna kendaraan yang tidak menggunakan pelat nomor sesuai dengan aturan dan identitas atau memalsukannya."

"Akan dikenakan hukuman sesuai aturan yakni denda paling banyak Rp 500.000," kata Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Muhammad Nasir kepada Kompas.com, beberapa waktu lalu.

Sumber: tribunnews.com/Surya.co.id
Editor: Ari