PU Muarojambi Tegaskan Larang NGK Gunakan Jalan Perkantoran untuk Akses Perumahan

PU Muarojambi Tegaskan Larang NGK Gunakan Jalan Perkantoran untuk Akses Perumahan
Yultasmi Kadis PU Muaro Jambi. (Romi/brito.id)

BRITO.ID, BERITA MUAROJAMBI - Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Muarojambi Yultasmi menyebutkan kalau akses jalan perkantoran Bupati Muarojambi sebagaimana tercantum dalam Peraturan Daerah statusnya adalah jalan khusus.

Yultasmi pun secara tegas mendukung sikap Bupati Muarojambi Masnah Busyro yang melarang PT Niaga Guna Kencana (NGK) menggunakan jalan Kantor Bupati Muaro Jambi sebagai akses pintu masuk menuju Perumahan Verona. 

"Statusnya sebagai jalan khusus dan sudah di SK-kan pada 2018 yang lalu. Nomor Perda dan Nomor SK-nya tidak ingat, nanti akan saya lihat. Yang jelas, jalan itu merupakan jalan khusus. Mengubah SK itu ada waktunya,  updatenya per lima tahun," ujarnya. 

"Sikap ibu bupati itu sudah tepat, itu sebagai bentuk komitmen Bupati dalam penegakan Perda," sambungnya.


Yultasmi sendiri tidak setuju terhadap rencana PT NGK yang akan memanfaatkan akses jalan Kantor Bupati. Sebab, status jalan Kantor Bupati itu merupakan jalan khusus, sehingga nantinya akan bertentangan dengan pemanfaatannya. 

"Menurut Kami, rencana itu juga akan melanggar estetika. Masa gapura di dalam Gapura," ujarnya. 

Yultasmi secara tegas membantah telah memberikan rekomendasi penggunaan jalan kepada PT NGK. Rekomendasi dari PU Muaro Jambi mengenai sumbu kendaraan bermotor dan tonase berat mobil ternyata tidak benar. 

"Kami tidak pernah memberi rekomendasi seperti itu, yang sebenarnya mereka menyurati kita. Kemudian surat itu kita balas. Bukan rekomendasi," ujar Yultasmi. 

Kabid Cipta Karya Dinas PU Muaro Jambi, Anjar menyampaikan hal senada. Beliau turut menolak penggunaan Jalan Kantor Bupati Muaro Jambi dijadikan sebagai akses masuk ke Perumahan Verona Residance. 

"Jelas kita tidak setuju, selain sudah diatur dalam Perda, keberadaan perumahan itu nantinya akan menggangu akses jalan kantor Bupati," katanya. 

Anjar menjelaskan, PT NGK berencana akan membangun sekitar 250 unit rumah. Sudah dapat diperkirakan bagaimana padatnya akses jalan kantor bupati itu ke depan. 

"Bayangkan kalau satu rumah punya dua motor, lalu lalang kendaraan ini nantinya akan menggangu akses jalan pemerintah," kata Anjar. 

Anjar menyarankan agar Joni NGK memanfaatkan akses jalan dari samping kantor DPC Demokrat menuju jalan lintas. Sebab, akses itu masih terbuka dimanfaatkan mengingat tanah itu merupakan tanah dari Joni NGK. 

"Sebaiknya jalur dari samping Kantor Demokrat itu yang dibuka. Itu kan masih tanah beliau," ujarnya.  (RED)

Kontributor : Romi R