Rapid Test 38 Orang Cluster Gowa di Muarojambi Dilakukan, Ini Hasilnya

Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Muarojambi sudah dan terus  melakukan pendataan dan pencarian (tracing) terhadap warganya yang melakukan perjalanan untuk menghadiri  tabligh Akbar di Gowa Sulsel. Saat ini sudah ada puluhan cluster Gowa ini didata dan dilakukan Rapid Test.

Rapid Test 38 Orang Cluster Gowa di Muarojambi Dilakukan, Ini Hasilnya
Sekda Muarojambi Saat Dikonfirmasi Wartawan (Raden Romi/BRITO.ID)

BRITO.ID, BERITA MUAROJAMBI - Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Muarojambi sudah dan terus  melakukan pendataan dan pencarian (tracing) terhadap warganya yang melakukan perjalanan untuk menghadiri  tabligh Akbar di Gowa Sulsel. Saat ini sudah ada puluhan cluster Gowa ini didata dan dilakukan Rapid Test.

"Sudah kito tracking, saat ini sudah 38 orang yang kito lakukan rapid test. Termasuk yang kontak," kata Wakil Ketua Gugus Tugas Covid-19 Muarojambi Moh. Fadhil Arief yang juga merupakan Sekda Muarojambi Minggu (26/4/20).

Dikatakan Sekda, tim gugus masih terus mencari dan melakukan tracing terhadap cluster Gowa ini. Sejauh ini, hasil Rapid Test terhadap 38 orang tersebut sudah diketahui.

"Enam positif Rapid Test dan saat ini sudah diisolasi di rumah sakit," kata Fadhil Arief.

Sekda pun mengimbau agar masyarakat Muarojambi bisa kooperatif dan bekerja sama melaporkan diri bila usai melaksanakan perjalanan dari zona merah penyebaran virus corona. Sekda juga mengajak warga untuk tidak panik dan cemas berlebihan yang akan berakibat pada menurunnya imun tubuh. 

"Sekali lagi saya sampaikan kalau positif rapid itu blm tentu positif covid-19, itu screaning reaksi anti bodi. Untuk memastikannya (positif Covid-19) harus melalui uji swab. Jangan cemas dan panik yang harus dilakukan tetap jaga jarak, pake masker, terus cuci tangan dengan sabun serta tidak ke tempat banyak orang atau kerumunan massa sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ini," kata Fadhil Arief.

"Dan agar selalu beribadah mendekatkan diri kepada Allah SWT karena wabah Covid-19 ini ada atas izin Allah dan akan pergi, hilang dan berlalu juga atas izin Allah," timpal Sekda.

Penulis: Raden Romi

Editor: Rhizki Okfiandi