Ratusan Warga Pulau Jelmu Bungo-Jambi Blokir Jalan Kebun PT Jamika Raya, Rio Faisal: Tak Ada Kontribusi!

Ratusan masyarakat Dusun Pulau Jelmu, Kecamatan Jujuhan, Kabupaten Bungo-Jambi aksi penutupan akses jalan kebun dan Basecamp PT Jamika Raya. Aksi ini berlangsung Sabtu (14/3) siang hingga sore.

Ratusan Warga Pulau Jelmu Bungo-Jambi Blokir Jalan Kebun PT Jamika Raya, Rio Faisal: Tak Ada Kontribusi!
Warga blokir jalan kebun PT Jamika Raya. (AZ/brito.id)

BRITO.ID, BERITA BUNGO - Ratusan masyarakat Dusun Pulau Jelmu, Kecamatan Jujuhan, Kabupaten Bungo-Jambi aksi penutupan akses jalan kebun dan Basecamp PT Jamika Raya. Aksi ini berlangsung Sabtu (14/3) siang hingga sore.

Aksi warga ini mendapatkan pengawalan ketat dari Polsek Jujuhan. Bahkan Babinsa dan Pjs Rio Pulau Jelmu Fasial Rahman serta Ketua BPD Pulau Jelmu hadir.

Warga menilai selama PT Jamika Raya tidak ada kontribusi yang jelas untuk masyarakat Dusun Pulau Jelmu. Padahal ratusan lahan masyarakat Pulau Jelmu yang masuk ke kawasan perusahaan.

"Sudah kita datangi pihak perusahaan namun tidak ada tindaklanjutnya. Maka hari ini masyarakat melakukan penutupan akses jalan ke kebun dan Basecamp PT Jamika Raya yang berada di wilayah Pulau Jelmu. Pihak perusahaan Asisten PT Jamika Raya akan melaporkan ke pihak manajemen, Senin 16 Maret 2020 besok," terang Faisal Rahman Pjs Rio.

Hal sama dibenarkan Ketua BPD Pulau Jelmu Candra. Ratusan warga menggelar aksi tutup akses jalan dengan di pagar kawat berduri ke Pabrik Jamika Raya. Karena selama ini tidak ada kompensasi perusahaan ke Dusun Pulau Jelmu.

Tuntutan warga adalah tentang fee Desa sebanyak Rp20 juta perbulan. Bahkan sudah berapa kali diajukan namun belum juga terealisasi. Sehingga warga kesal dan melakukan penutupan jalan menuju 500 hektar lahan perusahaan PT Jamika Raya di Pulau Jelmu.

"Kami mohon pada pihak PT.Jamika raya bisa memberikan kontribusi pada pulau jelmu," tegas Candra. 

Aksi penutupan jalan berjalan lancar dan aman. Hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak perusahaan. Bahkan masyarakat Pulau Jelmu menunggu kepastian dari PT Jamika Raya. (red/AZ)