Resmi! Anies Baswedan Putuskan PSBB Jakarta Diperpanjang

Kamis (04/06) hari ini, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah resmi memutuskan untuk perpanjang masa Pembatasan Sosial Berskala Besar di Jakarta.

Resmi! Anies Baswedan Putuskan PSBB Jakarta Diperpanjang
Istimewa

BRITO.ID, BERITA JAKARTA - Kamis (04/06) hari ini, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah resmi memutuskan untuk perpanjang masa Pembatasan Sosial Berskala Besar di Jakarta.

“Kami di Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 kita memutuskan untuk menetapkan status PSBB di DKI Jakarta diperpanjang dan menetapkan bulan Juni ini sebagai masa transisi.” Kata Anies dalam video konferensi pers yang digelar tadi siang, Kamis (04/06).

Tapi, berbeda dengan masa PSBB sebelum-sebelumnya, PSBB kali ini dilakukan lebih longgar.

“Saat ini statusnya tidak berubah, tetap PSBB, tapi kita semua melakukan transisi di bulan Juni, menuju apa? Menuju aman sehat produktif. Dalam masa transisi sanksi pelanggaran pembatasan tetap berlaku dan akan ditegakkan.” Katanya, dikutip laman news.detik.com, Kamis (04/06).

Sebelumnya, hari ini (04/06) adalah hari terakhir masa Pembatasan Sosial Berskala Besar di Jakarta tahap tiga.

Sementara itu, untuk masa berlaku PSBB Jakarta tahap ini, Anies Baswedan tidak memberitahukan secara rinci sampai kapan akan berlangsung.

“Masa transisi dimulai besok sampai selesai. Tidak disebutkan sampai kapan.” Katanya, dikutip laman cnnindonesia.com, Kamis (04/06).

Berdasarkan data yang dikutip dari situs corona.jakarta.go.id melalui laman cnbcindonesia.com, ada 7.539 kasus konfirmasi positif Covid-19 di Jakarta per kamis (04/06).

Dari jumlah itu, sebanyak 1.699 dirawat, 2.534 sembuh, 529 meninggal, dan 2.777 lainnya melakukan isolasi mandiri.

Adapun saat ini, selama masa PSBB Jakarta diperpanjang, Anies sedang merancang protokol aktivitas masyarakat dalam menjalani new normal nanti, yang akan diterapkan saat PSBB periode ini berakhir.

Satu hari sebelum pengumuman hari ini, muncul wacana kalau DKI Jakarta akan menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Lokal (PSBL) di 62 Rukun Warga (RW) di Jakarta.

“Ada 62 RW. PSBL itu di tingkat RW. Karena tingkat percepatan penularan yang masih tinggi.” Kata Suharti, Deputi Gubernur Bidang Pengendalian Kependudukan dan Pemukiman DKI Jakarta dikutip dari Antara melalui laman megapolitan.kompas.com, Rabu (03/06).

Berikut adalah daftar 62 RW yang rencananya akan menerapkan PSBL, melansir laman megapolitan.kompas.com:

RW 07, 09 Kebon Kacang

RW 12, 13, 14 Kebon Melati

RW 02, 04 Petamburan

RW 06 Kramat

RW 02 Kampung Rawa

RW 01 Cempaka Putih Barat

RW 03, 07 Cempaka Putih Timur

RW 10 Mangga Dua Selatan

RW 01 Gondangdia

RW 02 Cempaka Biru

RW 07,10, 11, 12, 14 Pademangan Barat

RW 17 Sunter Agung

RW 12, 17 Penjaringan

RW 11 Penjaringan

RW 04 Rawa Badak Selatan

RW 01 Sukapura

RW 05 Cilincing

RW 01, 09 Semper Barat

RW 08 Kelapa Gading Barat

RW 01, 04, 07 Jembatan Besi

RW 01, 06 Krendang

RW 11 Angke

RW 03 Pekojan

RW 07 Duri Utara

RW 08 Kali Anyar

RW 12 Tanah Sereal

RW 03 Kota Bambu Utara

Rw 05 Jatipulo

RW 04 Palmerah

RW 05 Maphar

RW 03, 04 Tangki

RW 01 Grogol

RW 06 Tomang

RW 01 Joglo

RW 05 Srengseng

RW 02, 08 Pondok Labu

RW 05 Lebak Bulus

RW 01 Utan Kayu Selatan

RW 07 Kayumanis

RW 03 Pondok Bambu

RW 02 Pondok Kelapa

RW 04 Kampung Tengah

RW 03 Batu Ampar

RW 05 Balekambang

RW 07 Bidara Cina

RW 10 Ciracas

Dengan keputusan PSBB Jakarta diperpanjang per hari ini, Kamis (04/06), maka PSBL kemungkinan besar akan dibatalkan.

Bagaimana Dengan Daerah Lain?

Sementara itu, di daerah tetangga seperti Jawa Barat, Ridwan Kamil selaku Gubernur, menyatakan perpanjangan PSBB Jawa Barat hingga 12 Juni mendatang.

Peraturan ini berlaku untuk wilayah yang ada di luar Bodebek, yang mana tiga wilayah tersebut menginduk pada peraturan Jakarta.

Hal ini dikatakan langsung oleh Daud Achmad, Juru Bicara Satgas Percepatan Penanggulangan Covid-19 di Jawa Barat.

“Berdasarkan kajian epidemiologi, kita harus melakukan itu, pelaksanaan PSBB Jawa Barat Proporsional untuk yang 12 Kabupaten/Kota.” Katanya, dikutip laman nasional.tempo.co, Selasa (02/06).

Dari hasil evaluasi PSBB perpanjangan pertama pada 25 Mei 2020, disimpulkan bahwa pemetaan level kewaspadaan kabupaten/kota, ada 12 daerah yang masuk zona kuning (level 3).

12 Daerah tersebut yang kemudian direkomendasikan untuk melanjutkan PSBB Jawa Barat.

Selain itu, ada 15 kabupaten/kota berada di zona biru (level 3), yang merupakan daerah yang diizinkan untuk memulai tahap Adaptasi Kebiasan Baru (AKB).

Pelaksanaan AKB sendiri akan dilakukan bertahap dan dilakukan evaluasi setiap hari selama satu minggu penuh.

Sektor pertama yang akan dibuka adalah tempat peribadatan, kemudian jika dalam evaluasi selama satu minggu itu dikatakan aman, maka akan berlanjut ke sektor-sektor lainnya.

Sumber: Finansialku
Editor: Ari