Rudi Lidra Ngaku Kapok, Usai Dody Irawan Paksa Pinjam Uang Rp500 Juta

Rudi Lidra Ngaku Kapok, Usai Dody Irawan Paksa Pinjam Uang Rp500 Juta
Rudi lidra menjadi saksi sidang kasus suap ketok palu DPRD Jambi. (Hendro/brito.id)

BRITO.ID, BERITA JAMBI - Rudi Lidra, salah satu kontraktor Jambi, yang turut dihadirkan sebagai saksi dalam kasus suap pengesahan RAPBD Provinsi Jambi, mengungkapkan sejumlah fakta baru di persidangan, dengan terdakwa Gusrizal, Elhelwi dan Sufardi Nurzain, Kamis (9/1).

Dipersidangan yang dipimpin Hakim Moraliam Purba, Rudi mengungkapkan bahwa pernah meminjamkan uang kepada mantan Kadis PU Provinsi Jambi, Dody Irawan, senilai Rp500 Juta.

"Pak Dody waktu itu terus desak saya. Telpon saya terus, saya tolak. Namun ketiganya akhirnya saya penuhi panggilannya di Kantor PU Provinsi Jambi," kata Rudi.

Karena adanya paksaan dan desakan, Rudi mengaku akhirnya meminjamkan uang senilai Rp500 juta ke Dody, tanpa kwitansi. "Saya akhirnya pinjamkan 500 juta tanpa kwitansi, yang ambil waktu itu sopirnya Zulfikar, di jalan," katanya.

Hakim Moraliam Purba pun mempertanyakan alasan Dody meminjam uang tersebut. Namun Rudi mengaku Dody tidak pernah mengatakan untuk uang pengesahan RAPBD.

"Tidak ada yang mulia. Dia cuma bilang minjam. Kalau pakai kwitansi saya takut dia tersinggung," ucapnya.

Namun setelah 2 bulan meminjam uang tersebut, diakui Rudi ternyata Dody Irawan mengundurkan diri dari Kadis PU. "Tapi ternyata setelah 2 bulan minjam uang itu. Dia mundur dari kadis PU. Saya hubungi tidak bisa lagi. Sopirnya juga. Jadi sampai sekarang uangnya tidak kembali," tegasnya. 

"Saya kapok lah kalau sudah ada kejadian ini. Tidak mau lagi," pungkasnya. 

Penulis: Hendro Sandi
Editor: Ari